Perkembangan Islam dalam Dunia Kesehatan

09.42.00


Istilah Thibbun Nabawi sebenarnya tidak ada ketika zaman Nabi Muhammad Saw., masih hidup, akan tetapi istilah ini muncul oleh para ulama-ulama muslim, bermula pada abad ke 13 M yang bertujuan untuk memisahkan ilmu pengobatan yang berkembang liar, sehingga muncul ilmu pengobatan yang bersifat tahayul, syirik dan khurofat (mitos).

Kitab yang terkenal dan sering jadikan rujukan dalam ilmu Thibbun Nabawi adalah Kitab Zadul Maad karangan Ibnu Qoyyim Al Jauziyah (691-715 H / 1282-1372 M), dalam muqoddimahnya Ibnu Kholdun menyatakan bahwa ilmu Thibbun Nabawi terintegrasi dengan ilmu kedokteran yang diantaranya :

• Yunani pada saat itu telah berkembang ilmu kedokteran, salah satunya adalah ilmu tentang reproduksi manusia yang pada saat itu masih diluar jangkauan akal manusia dan dikoreksi didalam QS. Al Mukminun : 12-14, Al Qiyamah : 37-39 dan Al Infithor : 7-8 .

• Cina, Arab dan India pada saat itu sudah berkembang ilmu kedokteran namun dipenuhi dengan unsur syirik dan khurofat (mitos) salah satu ilmu yang diintegrasikan dengan Thibbun Nabawi seperi Al Hijamah (bekam), Kay Al Wasimy dll.

• Dari Persia, Nabi mengambil ilmu tentang farmasi, apotik, penggunaan obat dari rumput-rumputan, benda-benda tambang, tumbuh-tumbuhan atau hewan, serta harum-haruman (aromatherapi) dan bebatuan berkhasiat.

• Dari Mesir, Nabi mengambil ilmu tentang bedah, operasi, lasoh, siyasur dan pengobatan mata yang pada saat itu Mesir sudah lebih maju dalam hal pengobatan mata.

Dari beberapa kawasan tersebut Nabi mengambil ilmu-ilmu kedokteran yang sesuai dengan ajaran Islam lalu dikembangkan dan didukung dengan beberapa hadis dan ayat-ayat Al Quran sedangkan yang bertentangan dilarang, yang salah dikoreksi dan yang lain dibiarkan saja.

Sejatinya Thibbun Nabawi merupakan perpaduan berbagai disiplin ilmu kedokteran, dalam kitab Shohihul Muslim dan Shohihul Bukhari terdapat 2 bab khusus yang membahasan mengenai ilmu kedokteran yang saat ini kita kenal. Dalam Shohihul Muslim banyak ditulis hadist-hadist tentang proses kejadian manusia dalam rahim, embriologi dan kebidanan sedangkan dalam kitab Shohihul Bukhari saja tercatat 80 hadits yang membahas embriologi, anatomi, fisiologi patologi dan lainnya. Sehhingga para ulama mengatakan bahwa sebenarnya Imam Bukhorilah yang merupakan orang pertama yang menulis tentang Thibbun Nabawi ( Medicine of the Prophet ).

Ilmu ini pula yang dikembangkan umat Islam ke seluruh penjuru dunia, dari Arab ke Eropa dan ke seluruh negara barat hingga abad ke 17 M. Saat itu tidak ada istilah kedokteran modern dan tradisional. Baru pada abad ke 19 M, orang-orang Yahudi dan Nasrani menghapuskan ilmu kedokteran yang bernilaikan Islam dan berdasarkan wahyu Illahi dari kurikulum sekolah mereka di negara Eropa. Kemudian mengembangkannya hingga maju sekarang ini yang kita kenal kedokteran modern. Lalu mereka mengatakan bahwa ilmu kedokteran barat yang maju itu milik mereka. Sedangkan yang lainnya, yang menurut mereka ketinggalan zaman dan bernilaikan agama Islam disebut kedokteran tradisional sebagai milik orang Islam. Yang sebenarnya pemisahan ilmu kedokteran ini merupakan siasat kaum Yahudi dan Nasrani untuk menjauhkan kaum muslimin dari ilmu kedokteran yang bernilaikan Al Quran dan Al Hadist.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar