Kisah Tentang Abu Bakar Ash Shidiq

10.07.00


Nama kecilnya “Abdulka’bah”, lalu di ganti oleh Rasulullah dengan “Abdullah yang kemudian digelari pula dengan Asshiddiq, artinya selalu percaya, apa saja yang di sampaikan oleh Rasulullah, ia selalu percaya dan ialah orang yang pertama sebagai kawan yang mula-mula percaya kepada Rasulullah. Juga terkenal dengan kesungguhannya dalam segala ucapannya. Nama ayahnya Abuquhafah / Utsman bin ‘Amir, satu keturunan dengan Rasulullah pada kakeknya Murrah bin Ka’ab. Nama sukunya Attaimy termasuk Quraisy. Nama ibunya Ummul Khair Salam binti Shakhar bin ‘Amar juga keturunan Taim bin Murrah. Jadi kedua ibu bapaknya dari suku Quraisy. Beliau dilahirkan di Makkah pada tahun 537 M. Lebih muda dua tahun dari Rasulullah.


1).Keislamannya
Waktu Rasulullah mendapat kehormatan dari Allah Swt., dengan dikaruniainya jabatan Kerasulan adalah Abu Bakar orang pertama yang mula-mula menyambut kedatangan Agama baru itu (Islam).
Rasulullah pernah berkata : Hampir semua yang ku ajak bicara dalam hal Keislaman, semua menyanggah, dengan alasan begini begitu, kecuali Abubakar, dia setiap kuajak bicara, semua keterangan yang kusampaikan diterimanya dengan baik.
Beliau banyak dikunjungi oleh teman-temannya, orang-orang terkemuka. Kepada mereka Abu Bakar memberikan penerangan tentang Islam. Hasilnya baik sekali. Banyak di antaranya :
1.       Utsman bin ‘Affan
2.       Tahlhah bin ‘Ubaidillah
3.       Zubair bin ‘Awwam
4.       Abdurrahman bin ‘Auf
5.       Sa’ad bin Abi Waqqash
Mereka itulah para shahabat-shahabat terkemuka yang pertama-tama memeluk Islam
Waktu kaum Musyrikin sedang mengganas menganiaya para budak yang masuk Agama Islam, Abu Bakar banyak berkorban mengeluarkan uangnya untuk menebus mereka dari tangan tuannya, kemudian dibebaskan sebagai manusia yang mempunyai hak penuh. Tidak lain karena semata-mata Abu Bakar mengharap keridhaan Allah belaka, demi untuk kemanusiaan.
Diantara mereka yang dibebaskan oleh Abu Bakar ialah Bilal bin Rabah (juru adzan Rasulullah), Amir bin Fuhairah dll.
Abu Bakar, adalah kawan Nabi yang pertama dan yang setia, sejak mulai masuk Islam sampai wafatnya.
Satu kehormatan besar bagi Abu Bakar, beliau dapat turut menemani Rasulullah dalam gua, waktu bersama-sama hijrah ke Madinah. Kehormatan mana ada tersebut dalam Qur’an.

2).Sebagai Kholifah
Sebelum Rasulullah mangkat, beliau tidak menunjuk siap-siapa yang menjadi gantinya, sebagai Kepala Negara. Rupanya hal ini Rasulullah serahkan saja kepada hikmah kebijaksanaan permusyawaratan bersama. Hanya waktu Rasulullah sering menugaskan Abu Bakar supaya mewakilinya dalam mengimami sembahyang berjama’ah di mesjid raya (Madinah). Suatu penunjukan kehormatan yang tertinggi terhadap diri Abu Bakar.
“Persilakanlah Abu Bakar supaya sembahyang bersama-sama orang banyak!”. Demikian perintah Rasulullah. Ini suatu bukti, bahwa beliau memang patut dan tepat untuk memangku jabatan Khalifah, selaku pengganti Rasulullah dan inilah pula rupanya yang dijadikan dasar atas saran yang menjadi keputusan bersama dalam perngangkatan atas diri beliau dalam memangku jabatan tersebut.

3).Cara Pemerintahannya
Cara Abu Bakar mengadili sesuatu perkara, pertama-tama di carinya hukum-hukum yang ada dalam Kitabullah dan dengan hukum-hukum itulah Abu Bakar memutuskan sesuatu perkara.
Jika tidak ada dalam Qur’an, dicarinya dalam Sunnah dan Hadits Nabi Saw.
Jika tidak bertemu, beliau tidak segan-segan bertanya kepada shahabat-shahabat yang lain. “Ada Soal bergini..., begini... Adakah saudara-saudara tahu bahwa Rasulullah pernah memberi fatwa tentang itu?” “O, ya ada”, jawab shahabat-shahabat itu. Abu Bakar sangat berterima kasih kepada mereka seraya katanya “ “Alhamdulullah, masih ada diantara kita yang masih hafal akan fatwa-fatwa Rasulullah Saw.”
Jika soal itu tidak ditemuinya juga dalam Sunnah dan Hadits Nabi, baru Abu Bakar mengundang para Shahabat untuk merundingkan soal-soal tersebut. Jika terdapat persesuaian faham, baru soal itu diputuskan atas putusan bersama.

4).Rencana Kerja Pemerintahan Abu Bakar
Pertama-tama dalam Rencana Kerja Abu Bakar, setelah memangku jabatan sebagai Khalifah, ialah mengerahkan pasukan Usamah, dalam rangka perjuangan Rasulullah dalam memperkembangkan Agama Islam. Berliau mengeruskan Rencana Raslullah ini dengan tidak ragu-ragu. Walaupun beliau tahu bahwa Madinah sedang terancam bahaya, dengan timbulnya pemberontakan disana-sini, diseluruh tanah Arab. Walaupun banyak para shahabat yang menyarankan, supaya Pasukan Usamah itu lebih baik digunakan untuk memulihkan keamanan dalam Negeri dulu. Pendapat mana yang disokong dan disampaikan oleh ‘Umar kepada Khalifah. Tetapi apa jawab Khalifah?
“Demi Allah, sekalipun ada binatang buas, akan mengoyak-ngoyak tubuhku, sekalipun aku umpamanya, akan tinggal sendirian di dalam kota ini, sekalipun ada anjing-anjing hutan akan memangku badanku, sekali-kali aku tidak akan mundur. Demi Allah, akan aku laksanakan juga perintah Rasulullah ini”

5). Memadamkan Pemberontakan
Kematian Rasulullah Saw., telah menimbulkan gejala-gejala pendurhakaan bangsa Arab terhadap Agama yang semakin lama semakin memuncak, membawa negara menghadapi ujian berat.
Hampir di seluruh tanah Arab timbul pemberontakan-pemberontakan melawan Pemerintah Pusat. Kesatuan umat Islam manjadi retak dan pecah. Banyak suku-suku Arab yang murtad menyelewrng dari ketentuan-ketentuan Agama. Untunglah umat Islam masih mempunyai orang kuat seperti Abu Bakar Shiddiq yang menggantikan kedudukan Rasulullah sebagai Khalifahnya. Segera beliau bertindak dengan tegas, menumpas kegiatan-kegiatan nabi-nabi palsu seperti Musailamah dan Thulaihah, sertamembasmi pemberontakan-pemberontakan dan penyelewangan-penyelewengan kaum yang enggan membayar zakat. Sekalipun banyak para shahabat yang menyatakan tidak setuju atas tindakan khalifah dengan jalan kekerasan, namun beliau berjalan terus. Dengan tegas beliau menyatakan pendiriannya.

6).Perluasan Daerah Islam
Dengan pulihnya keamanan di seluruh tanah Arab, beliau berpendapat bahwa sudah tiba masanya untuk laksanakan cita-cita Rasulullah dalam rangka perkembangan Agama Islam di seluruh permukaan bumi ini. Maka di susunnya satu pasukan besar, yang jumlahnya tidak kurang dari 40.000 prajurit, sebagian dikerahkan untuk menghadapi tentara Parsi dan sebagian lagi dikerahkan untuk menghadapi tentara Romawi.
Hampir dalam seluruh pertempuran umat Islam selalu mendapat kemenangan yang gilang-gemilang. Sebagian tanah jajaran bangsa Parsi sebelah barat, yaitu tanah Irak dapat diduduki umat Islam dan sebagian tanah jajahan bangsa Romawi sebelah Timur, Syria dan Palestina juga dapat diduduki. Semua itu dapat dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, ailah selama 28 bulan. Dengan demikian, Abu Bakar adalah sebagai seorang pembangunan besar dalam membentuk Negara Islam.

7). Pembukuan Al Qur’an
Berhubung banyaknya para Shahabat yang gugur dalam pertempuran-pertempuran diatas, diantaranya banyak para ahli hafal Qur’an, maka ‘Umar menyarankan kepada Khalifah untuk menghimpun catatan-catatan Al Qur’an yang mereka tulis diatas kulit, tulang-belulang dan pelepah-pelepah daun kurma.
Demikianlah kumpulan catatan-catatan Qur’an itu, disimpan baik-baik dalam rumah Khalifah Abu Bakar, selama beliau hidup. Seterusnya pindah ke tangan ‘Umar.
Lalu pindah ke tangan Hafshah, bekas istri Rasulullah. Dengan demikian, Abu Bakar telah menymbangkan darma baktinya yang sebesar-besarnya terhadap Islam

8). Tidak Pilih Kasih
Di rumah Abu Bakar ada satu ruangan kamar, yang digunakan oleh beliau untuk Baitulmal. Uang perbendaharaan Baitumal itu dibagi-bagikannya kepada fakir-miskin sama rata sama banyak, dengan tidak pilih kasih.
Dari uang itu ada juga beliau belikan unta, kuda dan alat-alat senjata guna perlengkapan Sabilillah. Tempo-tempo beliau belikan kain dan baju, untuk di berikan kepada janda-janda di Madinah. Sesudah Abu Bakar wafat, Umar bersama-sama Shahabat-shahabat lain, memeriksa Baitulmal Negara. Tetapi sedihampun tidak ada tersimpan dalam kas.

9).Perjuangannya Total Hanya Untuk Allah dan Rasul-Nya
Kata Rasulullah Saw., : “Buat saya tidak ada harta yang lebih berharga dari pada harta yang saya terima dari Abu Bakar”.
Mendengar itu, Abu Bakar menangis kegirangan, seraya berkata : “Aku, jiwa ragaku dan semua hartaku, adalah untukmu ya Rasulullah!”
Berkata ‘Umar : “Pernah Rasulullah menganjurkan beramal / derma, waktu itu kebetulan saya punya uang banyak, ini kesempatan baik kata saya dalam hati, sekarang baru saya dapat menyaingi Abu Bakar dalam beramal”
Saya datang kepada Rasulullah dengan membawa separuh harta kekayaanku. Saya serahkan kepada Rasulullah.
Rasulullahpun merasa kagum, ia bertanya : “Apa yang kau tinggalkan untuk keperluan keluargamu, ‘Umar?”
“Sebanyak inilah”. Sahutku
Lalu datang Abu Bakar membawa seluruh kekayaannya.
Rasulullapun bertanya : “Apa yang kau tinggalkan untuk keperluan keluargamu, Abu Bakar?”
Cukuplah aku tinggalkan buat mereka Allah dan Rasulnya”. Jawab Abu Bakar.
“Aku kalah, aku tidak dapat menyaingi Abu Bakar, dalam segala-galanya”. Kataku (‘Umar) pula dalam hati.

10). Umar Penggantinya
Inilah wasiat Abu Bakar bin Abu Quhafah, waktu hendak meninggal dunia, dimana kafir jadi mu’min, dimana pendurhaka jadi orang yang bertaqwa, dimana pendusta jadi benar bicaranya. Dengan ini saya menunjuk Umar bin Khatthab, selaku ganti saya dalam menjabat Khalifah. Jika ia bertindak secara adil, maka itulah pertimbanganku dan begitulah harapanku.
Tetapi jika ia berbuat dhalim, maka itu diluar pengetahuanku, sebab saya tidak tahu barang yang gaib. Orang-orang yang dhalim, tentu akan mengetahui akibat perbuatannya nanti.

11). Abu Bakar Wafat
Ketika sakitnya semakin berat, beliau berpesan kepada Aisyah, supaya dimakamkan disamping Rasulullah dan itu baju yang dua potong, pesan beliau seterusnya, supaya dicuci untuk kafanku nanti. Tak usah yang baru. Orang yang hidup lebih patut memakainya dari pada yang mati.
Pada malam selama tanggal 22 jumadil akhir tahun 13 H, Khalifah Abu Bakar menghembuskan nafasnya yang terakhir, dengan ucapan : “Ya Allah, semoga saya mati sebagai muslim dan dapat menyusul para Shalihin”.

12). Sambutan Belasungkawa dari Ali
Semoga Allah merestuimu ya Abu Bakar. Engkau adalah manusia pertama yang mula-mula memeluk Islam. Engkau adalah orang yang paling subur keimanannya, paling kuat keyakinannya, engkau adalah orang yang paling membela terhadap Rasulullah dan Islam, juga terhadap umatnya. Engkau adalah orang yang paling mirip budinya dengan Rasulullah dalam keunggulannya dan caranya memimpin umat. Semoga Alah mengganjarmu berganda-ganda atas jasa-jasamu terhadap Islam, terhadap Rasulullah dan terhadap umat Islam.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar