Kepribadian Nabi Dengan Fisik Yang Tangguh

22.21.00

               
Disamping mempunyai kekokohan ruhani, seorang nabi dan Rasul memang sudah selayaknya mempunyai kekuatan dan kekokohan fisik yang tangguh. Hal ini karena dalam tugasnya, Allah memerintahkan untuk sebuah tanggung jawab yang tidak ringan. Amatlah berat tugas seorang Nabi dan Rasul, sebagaimana Muhammad Rasulullah Saw., kekuatan fisik Rasulullah Saw., memang tidak sama dengan manusia biasa, merupakan suatu mukjizat dari Allfh sebagai manifestasi dari kekuasaanNya.

                Terkadang kekuatan beliau membuat para shahabatnya terkejut punuh keheranan. Mereka benar-benar menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri kekuatan fisik beliau.
                Betapa tidak ?... dalam kondisi tubuh lemah karena tidak makan tiga hari beliau mash mampu memukul batu besar hingga hancur bekeping-keping.
                Banyak sekali sekelumit persaksia-persaksan dari para shahabatnya mengenai ketangguhan fisik beliau.
                Menurut sumber riwayat yang shahih, yang dikisahkan oleh shahabat Jabir. Ia menceritakan sebuah peristiwa menakjubkan yag terjadi menjelang perang Khandaq yang diliputi suasana kekhawatiran. Jabir berkata : Ketika itu, kami sedang giat-giatnya bekerja menggali parit yang hendak kami jadikan benteng pertahanan atau Khandaq. Waktu itu kami sedang bekerja dengan penuh semangat. Tiba-tiba muncul sebuah batu besar, yang kalau dibiarka bisa menghalangi berlangsungnya pembuatan parit. Kami sudah berusaha menghancurkan batu besar tersebut tetapi tidak mampu, kemudian para shahabat datang menghadap Rasulullah Saw., seraya berkata : “Ini ada batu besar, kami sudah berusaha menghancurkannya, tetapi kami tidak mampu !”. Lalu beliau berkata : “Aku saja yang turun!”. Selanjutnya beliau berdiri menghadap batu besar tadi dengan perutnya diganjal batu karena sangat laparnya, sebab selama tiga hari beliau tidak makan sesuatu apa pun. Kemudian beliau mengambil linggis dengan hanya beberapa kali pukulan batu besar tersebut hancur berkeping-keping (menjadi lembut).1
                Kejadian diatas jika tidak diyakini dengan kekuatan iman, lebih menyerupai cerita maupun dongeng untu meninabobokan seorang anak kecil tentang seorang yang sangat sakti.
                Namun karena Allah memang telah memberika kelebihan pada kekuatan fisik Rasulullah Saw., diatas rata-rata kekuatan yang di miliki oleh  manusia biasa. Hal ini dapat dimengerti mengingat tugas dakwah beliau sangat berat yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang sangat prima. Tidak hanya tiu saja, dalam hubungan suami istri pun Rasulullah Saw., memiliki kekuatan diatas rata-rata kaum lelaki.
                Mengenal kekuatan fisik beliau sebagai seorang lelaki terhadap seorang wanita, Qatadah pernah meriwayatkan dari Anas bin malik ra., ia berkata : Pada suatu saat Rasulullah Saw., mengelilingi istri-istrinya dalam satu jan dari waktu malam dan siang, padahal (waktu itu) istri beliau berjumlah 11 orang. Qatadah berkata : lantas aku bertanya kepada Anas ra., : “Apakah beliau mampu melakukannya?”. Anas ra., menjawab : “Sesungguhnya beliau itu telah diberi kekuatan sama dengan 30 orang!”.2
                Dari riwayat Anas ra yang lain, ia mengatakan : “bahwa Rasulullah saw., pernah mengelilingi istri-istrinya dalan satu malam, pada hal pada saat itu istrinya ada 9 orang!”.3
                Kalau Rasulullah saw., tidak mempunyai kekuatan lebih pada fisiknya, maka mustahil rasanya orang biasa mampu melayani istrinya sampai 11 kali.
                Kekuatan Rasyulullah saw., dalam segi fisikal sangat menunjang dakwah beliau dalam menyebar luaskan Islam dimuka bumi ini. Abu Nuaim dan Al-Baihaqiy meriwayatkan dari ishaq bin yasar ra., bahwa Rasulullah saw., pernah berkata kepada Rukanah :”Sebaiknya kamu masuk Islam!”. Rukanah dengan congkaknya menjawab : “Kalau aku mengetahui bahwa agamamu itu benar, tentu sudah lama aku masuk !”. Rukanah yang terkenal sebagai jagoan yang memiliki tubuh yang kekar, besar dan kuat, karena keperkasaan tubuhnya itu ia ditakuti oleh banyak orang. (Memang saat itu belum ada orang yang mampu mengalahkan dia berkelahi dengan tangan kosong). Kemudian ia ditanya oleh Rasulullah Saw. : “Bagaimana kalau seandainya aku dapat membanting dan menghempaskanmu ke tanah?”.
                Mendengar perkataan Rasulullah Saw., demikian, ia dengan sombongnya berkata : “Coba saja kalau bisa !”. maka hanya dengan dua kali hentakkan gerakan Rasulullah Saw., ia sudah terhempas ketanah, mengelepar tak berdaya. Kemudian ia mencoba bangkit kembali, dengan berkata : “Ini merupakan sihir belaka, Demi Allah aku benar-benar tidak dapat menguasai diriku, sehingga aku terpelanting jatuh ke tanah.4
                Pengakuan Rukanah ini menunjukan bahwa apa yang terkandung dalam fisik beliau bisa menghancurkan kesombongannya. Jagoan ini jatuh tersungkur setelah beradu fisik dengan Rasulullah Saw. Padahal Rasulullah Saw., tidak memegang apapun di tangannya, sedangkan Rukanah adalah orang yang terkenal kuat dan kekar tubuhnya, ia ditakuti oleh orang-orang Quraisy sebab ia tidak pernah kalah dalam setiap perkelahian dan adu kekuatan. Dengan kekalahnnya menghapadapi kekuatan fisik Rasulullah Saw., akhirnya ia masuk islam.

http://j.gs/7vzr

http://q.gs/ACIf4


Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar