Shalawat Nabi

12.02.00

Para pembaca setia yang semoga dimuliakan Allah, banyak pertanyaan timbul, kenapa kita harus mengucapkan shalawat bagi nabi Muhammad S.A.W. dalam setiap shalat dan doa kita, padahal bukankan beliau sudah dijamin pasti masuk surga? Sebenarnya, shalawat itu bukanlah suatu permohonan agar masuk surga. Dan juga, uacapan shalawat ini tidak hanya dilakuakan oleh manusia saja, bahkan Allah dan malaikat-malaikat-Nya juga mengucapkan shalawat kepada Nabi. Tentunya dengan makna yang berbeda-beda. Shalawat dari Allah S.W.T. bermakna memberi rakhmat, shalawat dari malaikat berarti meminta maghfirah sedangkan shalawat dari orang mukmin mempunyai makna doa agar ia diberi rakhmat. Wallahu a’alam bishshawab.
Paling sedikitnya, ada 5 alasan mengapa kita harus bershalawat :

  • Bershalawat merupakan perintah Allah, yaitu sesuai firman Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 56 :
    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
  • Bershalawat adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad S.A.W. Bila kita memiliki rasa cinta kepadanya, maka hal ini akan lebih memudahkan kita dalam meneladani perilaku hidupnya. Karena, tidak diragukan lagi, rasa cinta akan membuat seseorang rela berkorban dalam menuruti perkataan orang yang dicintainya.
    ... Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ...
    Al-Hasyr : 7
    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.”
    Al-Ahzaan : 21
  • Bershalawat akan menyebabkan melaikat mendoakan kita. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi kita, “Siapa yang berdoa untuk orang lain, maka para malaikat akan mendoakannya dengan doa yang serupa.”
  • Bershalawat menghindarkan kita dari siksa Allah.
    Firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Anfaal ayat 33 :
    “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada ditengah-tengah mereka.”
  • Bukankah dengan mengucapkan shalawat itu berarti Muhammad S.A.W. ‘berada’ di tengah-tangah kita, yang berarti pula Allah tidak akan mengazab kita?
  • Bershalawat merupakan ungkapan rasa terima kasih kita kepada nabi Muhammad S.A.W. bukankah kita patut berterima kasih kepada beliau, yang telah berjuang dengan penuh penderitaan dan kegigihan untuk menyampaikan risalah Allah kepada kita, yaitu agar kita dapat berbahagia di dunia dan akhirat ? Allah menegaskan perlunya kita berterima kasih dalam surat Al Hajj ayat 38 :
    “Sesungguhnya Allah itu tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan tidak berterima kasih."
Para khalifah Allah yang berbahagia, mudah-mudahan dengan memahami hal ini, kita dapat lebih rajin dan ikhlas dalam mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad S.A.W. Dan juga kita dapat mengerti, bahwa beliau tidak memerlukan shalawat dari kita, tapi kitalah yang perlu bershalawat padanya; yaitu seperti halnya Allah yang tidak memerlukan shalatnya manusia, tetapi manusialah yang perlu shalat kepada-Nya. Andai kata tidak ada seorang manusia pun yang bershalawat kepadanya, Muhammad S.A.W. tetap saja akan menempati surga di tempat yang teartinggi.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar