Sang Panutan

08.52.00

Allah Berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21 :
“Sesungguhnya telah ada pada di Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”
Dan dalam surat Al ‘Araaf ayat 158 :
“Ikutlah Rasulullah supaya kamu mendapat petunjuk.”

Banyak orang yang merasa kesulitan untuk menjadikan Rasulullah S.A.W. sebagai idolanya dengan alasan bahwa ia tidak pernah melihat beliau. Sebenarnya, untuk membayangkan gambaran fisiknya, tetapi kanalilah beliau dari keagungan kepribadiannya. Kita harus dapat mengembangkan jiwa sehingga tidak lagi terpukau dengan keindahan lahiriah. Kita harus mampu menembus rasa cinta yang hanya didasarkan hal-hal nyata, yang dapat dilihat atau diraba. Keindahan luarnya. Kita suka gunung jangan karena kehijauan dan kerimbunan pohon-pohonnya, tetapi karena merasakan ketenangan dan misterinya. Kita senang buku jangan karena keindahan covernya atau pun kemewahan kertasnya, tetapi karena kearifan dan kesejukan isi tulisannya. Begitu juga kita jangan mengukur kesalehan orang dari tanda hitam di keningnnya, peci putih yang dipakainya, atau pun tasbih yang selalu berada ditangannya.
Para pembaca yang berbahagia, banyak sekali keindahan pribadi Rasulullah S.A.W. yang tercatat dalam sejarah, pada kesempatan ini saya akan mencoba menyampaikan beberapa saja di antaranya, yaitu :
• Rasulullah S.A.W. adalah seorang yang selalu memperhatikan duka cita orang lain. Keluh kesah selalu ditanggapinya, dan orang yang memerlukan bantuan selalu ditolongnya.
• Beliau selalu membalas kebaikan orang yang pernah berbuat baik kepadanya. Pernah suatu ketika beliau dikkunjungi oleh seorang wanita tua. Rasulullah S.A.W.. menyambut gembira dan menjamu wanita itu dengan penuh hormat. Beliau menggelar mantelnya di tanah untu dijadikan tempat duduk oleh wanita tua itu. Tentu saja hal ini membuat istrinya Aisyah bertanya keheranan, apa gerangan yang menyebabkan wanita tua itu menerima hormat yang begitu berlebihan. Maka Rasulullah S.A.W. menjawab : “ Dia pernah ziarah kepada kami ketika Khadijah masih hidup.”
• Beliau senantiasa menghapuskan sikap yang menunjukan pembedaan terhadap dirinya. Pernah di suatu perjalanan bersama para sahabatnya, setelah tiba waktu makan, para sahabat bermaksud hendak menyembelih kambing. Yang seorang berkata : “Biarlah aku yang menyembelih.” Yang seorang lagi berkata, “Akulah yang mengulitinya.” Yang lain berkata, “Aku yang memasak.” Tiba-tiba Rasulullah berkata, “Biarkan aku yang mencari kayu bakarnya.” Para sahabat serentak menolah, “Ya Rasulullah, biar kami saja yang bekerja, tenaga kami cukup untuk ini.” Tetapi lelaki mulia ini berkata, “Aku tidak suka jika aku diistimewakan melebihi kalian semua. Sesungguhnya Allah S.W.T. benci melihat hamba-Nya diberi keistimewaan tersendiri melebihi kawan-kawannya yang lain.”
• Meskipun kekuasaannya sangat besar, namun ia mendengar dengan seksama dan senang hati kata-kata seorang badui kelana yang datang dengan kaki telanjang; memerah sendiri susu kambingnya, menisik sendiri robekan bajunya; bahkan ia menjahir sendiri terompahnya!
• Pernah suatu ketika beliau pulang larut malah sehabis melaksanakan dakwah. Dari sela-sela pintu rumahnya ia melihat istrinya Aisyah sedang tertidur lelah. Subahanallah, lelaki agung ini akhirnya memilih tidur di teras rumahnya daripada harus mengganggu tidur nyenyak istrinya!
• Beliau seorang pencinta keadilah yang tanpa ragu-ragu berkata dengan lantang : “Siapa yang merasa punggungnya pernah aku sakiti, inilah punggungku siap dituntut balas!”
• Beliau tidak pernaha menanam dendam pada musuh-musuhnya. Hal ini nampak meskipun beliau telah disakiti, diusir dan diperangi bahkan pamannya yang paling dicintai dan diandalkannya dikunyah-kunyah jantungnya oleh musuhnya, namun kepada musuh-musuhnya itu beliau berkata : “Pergilah ! Kalian bebas dari segala tuntutan !”
• Beliau selalu menjaga perasaan orang lain. Anas bin Malik salah seorang pembantunya berkisah, “Suatu hari aku mempersiapkan minuman untuk buka puasa beliau, tetapi beliau terlambat datang. Karena aku menduga tentunya beliau memenuhi undangan berbuka dari sahabatnya, maka minuman itu aku minum. Setelah larut agak malam beliau datang. Dari salah seorang yang bersama beliau akhirnya aku tahu bahwa dugaanku itu ternyata keliru. Rasulullah ternyata belum berbuka. Anda bisa bayangkan betapa takut dan malu rasanya hatiku bila Rasulullah menanyakan minumannya. Tetapi apa yang terjadi ? mengetahui minumannya telah habis, Rasulullah menahan lapar dan dahaganya tanpa menanyakan minumannya kepadaku sampai terbitnya fajar!”
• Meskipun beliau senang membaca surah-surah yang panjang dalam shalatnya, namun ia segera melepaskan kebahagiannya yang besar itu (dengan mepercepat shalatnya) hanya karena mendengar bayi menangis menunggu sang ibu yang ikut shalat bersama beliau.
• Beliau seorang manusia yang kalbunya tergetar melihat hewan memikul baban lebih dari kemampuannya!
Para pembaca, demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan beberapa keindahan pribadi Rasulullah S.A.W. yang telah disampaikan tadi dapat meninggalkan kesan yang mendalah di hati kita, sehingga memperkuat tekad kita untuk menjadikan Muhammad S.A.W. sebagai suri teladan dalam setiap tindakan kita.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar