Gila Sebenarnya!

08.37.00

Izinkanlah saya dalam kesempatan ini menkyampaikan suatu kisah yang terdapat pada salah satu hadits Rasulullah saw.Pada suatu hari, Rasulullah saw, melihat ada sekelompok orang sedang berkumpul. Beliau pun bertanya, “Apakah gerangan menyebabkan kalian berkumpul di sini?” Para sahabat lalu menjawab, “Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk.” Mendengar jawaban ini Rasulullah pun bersabda, “Orang itu sebenarnya bukan gila, tetapi ia sedang mendapat musibah. Tahukan kalian siapa orang yang benar-benar gila?” Para sahabat semuanya terdiam. Kata Rasulullah, “Orang gila, ialah orang yang berjalan dengan sombong; memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan. Ia berharap akan surga Allah, tetapi
perbuatan maksiat terus dijalaninya. Ia membuat orang tidak merasa aman.kebaikannya tidak pernah ada yang mengharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya.”
Rupanya, menurut Nabi kita, orang gila itu adalah orang yang masih mempunyai akal, tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya. Akalnya sudah dikuasai oleh hawa nafsunya.
Khalifah Allah yang berbahagia, orang yang mendapat musibah harus kita dekati, sedangkan orang gila jelas harus kita jauhi. Menurut Nabi, yang menyebabkan orang menjadi gila adalah karena ia takabur.
Nabi saw. Pernah bersabda kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, barangsiapa mati, dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mencium bau surga, kecuali bila ia bertobat sebelum maut menjemputnya .”
Ada seorang ulama yang membuat check list sebagai alat intropeksi untuk mengetahui apakah kita masuk dalam kategori orang yang takabur atau tidak. Atau dalam bahasa Rosululloh, apakah kita masuk dalam golongan orang yang gila betulan, atau yang gila karena musibah. Menurut sang ulama ini :
  • Kita takabur, kalau kita tidak mau menerima kebenaran karena semata-mata yang menyampaikan kebenaran itu pangkatnya lebih rendah dari kita. Begitu juga, kita takabur, bila tidak mau menerima kebenaran lantaran disampaikan oleh istri atau anak kita. Atau, karena kebenaran itu disampaikan oleh orang yang berbeda paham islamnya dengan kita.
  • Kita takabur, bila merasa lebih berilmu dibandingkan orang lain. Kita remehkan orang lain yang kita anggap bodoh, kita tertawakan kebodohan mereka. Kita beri mereka gelar yang buruk-buruk. Kita khususkan syurga hanya untuk kelompok yang sepaham dengan kita, Kita sahkan semua ibadah kita, sementara kita batalkan ibadah kelompok lain.
  • Kita takabur, bila kita merasa paling salih diantara seluruh manusia, kita sombong dengan shalat malam kita, bangga dengan bacaan al-qur’an kita. Dan tinggi hati dengan titel haji yang kita sandang. 
  • Kita takabur, bila merasa mempunyai kekayaan lebih dari kebanyakan orang. Kita busungkan dada kita. Kita rendahkan orang-orang yang kurang kaya dibanding kita, dan kita singkirkan ke pinggir orang-orang yang lebih miskin dari kita.
Para hadirin, khalifah Alloh yang berbahagia, sudah seyogyanyanyalah bila masalah takabur ini menjadi perhatian serius kita. Jangan sampai kita merasa sudah waras, padahal sebenarnya kita ini gila sebagaimana yang dimaksud oleh Rosululloh saw. Fakta telah menunjukkan, banyak orang yang tidak tahu kalau dirinya itu sebenarnya tidak tahu. Ada sebuah hadits qudsi yang dapat dijadikan pengerem agar kita terhindar dari perbuatan takabur :
Alloh yang Maha Mulia dan Maha
Agung berfirman : “Kemuliaan itu adalah
gaun-Ku dan Keagungan itu adalah jubah-Ku;
barang siapa yang memakai gaun dan
jubah-Ku itu, akan Kulemparkan ia
kedalam api neraka. . !!!!”

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, kurang lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan.
Billahi taufiq walhidayah, wasssalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar