Waspada akan pencuri dari keberkahan Ramadhan

15.15.00

Undian atau kuis online via telepon yang tersebar melalui media telekomunikasi merupakan salah satu perangkap yang mencuri keberkahan Ramadhan.

Mereka yang bergabung dengan program tersebut berkompetisi dan diminta untuk membayar tarif tambahan agar memiliki kesempatan untuk memperoleh keuntungan agar dapat memperkaya diri atau meraih mimpi seperti anggapan mereka.

Padahal inilah sejatinya hakikat judi yang diinformasikan Allah ta’ala sebagai rijs, perbuatan yang keji, َ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [al-Maidah : 90].

Adapun kompetisi Ramadhan yang hakiki adalah kompetisi dalam meraih ampunan Allah ta’ala

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki[36]. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [al-Hadid : 21].

“Pencuri-pencuri” keberkahan Ramadhan berusaha menghalangi manusia agar dapat mengosongkan bulan beribadah secara optimal, sehingga Ramadhan yang mulia dari nilai-nilai ketakwaan.

Oleh karena itu, adalah menjadi kewajiban bagi anda untuk: 
  1. Mengisolasi diri dari chanel-chanel yang menayangkan berbagai program televisi yang tidak diridhai Allah
  2. Sebisa mungkin, mengisi waktu dengan ibadah. Berkumpul bersama keluarga untuk melaksanakan ketaatan yang diridhai Allah
  3. Menyebarluaskan berbagai alternatif yang baik dan program yang mubah yang berisi taklim, nasihat, dan edukasi 
  4. Senantiasa mengingat tujuan dari puasa, yaitu agar kita bertakwa seperti yang difirmankan Allah dalam surat al-Baqarah : 183. 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar