INTOPEKSI DIRI! 10 Perilaku yang Menjadi Penghalang Doa

08.30.00


Berdo’alah kepada-Ku, niscaya aku akan mengabulkan do’amu. (Q.S. Al-Mu’min 40; 60). 

Demikian jaminan Allah Swt. pada orang yang berdo’a. pertanyaannya, seringkah kita berdo’a? dan berapa banyak do’a yang dikabulkan? Sangat mungkin kita berprasangka buruk kepada Allah ketika do’a belum kunjung terkabul. Padahal, tidak terkabulnya do’a bisa disebabkan perilaku kita sendiri.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang berdo’a sambil mengangkat tangannya, “ya Rabb, mohon kabulkan do’aku! Ya Rabb, mohon kabulkan do’aku.” Rasulullah Saw. bersabda ,:
bagaimana do’anya dikabulkan padahal makanan, minuman, dan pakaian dari yang haram.
Hadits ini mengisyaratkan bahwa do’a tidak terkabulkan disebabkan karena ulah orang yang berdo’a, yaitu rajin berdo’a tapi dalam waktu yang bersamaan maksiatpun tekun. Nah, ini bisa menghalangi terkabulnya do’a. jadi, bukan Allah tidak memenuhi janjinya untuk mengabulkan do’a, tapi kita sendiri yang tidak memenuhi persyaratannya, yaitu meninggalkan kemaksiatan.
Penyebab lain yang harus diperhatikan ketika do’a tidak terkabul adalah karena kesombongan atau keangkuhan. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang sombong, dan sebaliknya Allah Swt. akan mengbulkan do’a orang yang rendah hati. 
Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan merendah hati dan suara yang lembut. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S. Al-A’raaf 7: 55)

Jadi, tidak terkabulnya do’a bisa disebabkan kesombongan kita sendiri.
Ada beberapa prilaku manusia yang menghalangi dikabulkannya do’a, yaitu:
  1. Kalian mengerti tentang Allah, tetapi mengapa kalian tidak mentaatinya?
  2. Kalian membaca Al-Qur’an tetapi mengapa kalian tidak mengamalkan isinya?
  3. Kalian mengerti tentang setan, tetapi mengapa kalian mengikuti ajakannya?
  4. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah Saw., tetapi mengapa kalian mengingkari sunnahnya.
  5. Kalian mengaku cinta pada surga, tetapi mengapa kalian tidak beramal untuknya?
  6. Kalian mengaku takut neraka, tetapi mengapa kalian suka melakukan dosa?
  7. Kalian mengatakan bahwa mati itu pasti terjadi, tetapi mengapa kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya?
  8. Kalian sibuk mengurus aib atau cela orang lain, tetapi mengapa kalian tidak mau memperhatikan aib sendiri?
  9. Kalian memakan rezeki Allah, tetapi mengapa kalian tidak bersyukur kepada-Nya?
  10. Kalian mengubur mayat, tetapi mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?

Jadi, kalau do’a belum terkabul, sebaiknya kita introspeksi diri, jangan berperasangka buruk kepada Allah Swt. kemungkinan besar do’a itu tidak dikabulkan karena ulah kita sendiri.

Saat berdo’a,kita harus selalu optimis atau selalu berperasangka baik bahwa do’a kita akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah Swt. telah memberi jaminan akan selalu mengabulkan permintaan hamba-Nya yang berdo’a dengan sungguh-sungguh. 
“Berdo’alah kepadaku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60).

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar