5. Kisah Nabi Adam : Ujian Petama dan Musuh Terbesar Manusia

08.58.00

Allah berfirman kepada Adam :
“Hai Adam tinggallah engkau dengan isterimu di dalam Surga ini. Makan dan minumlah sepuas-puasnya. Tetapi awas, janganlah engkau berdua memakan buah dari pohon ini. Bila engkau berdua memakannya, berarti engkau berdua melanggar perintahKu dan engkau berdua akan mengalami kerugian besar dan berarti aniaya terhadap dirimu sendiri”.

Selain buah Khuldi itu, di dalam Surga terdapat banyak dan bermacam ragam buah-buahan. Semuanya boleh di makan oleh Adam dan Hawa. Hanya buah Khuldi itu saja yang dilarang Allah memakannya, agar dengan larangan itu, dapatlah Adam dan Hawa menahan hawa nafsunya dan dengan adanya larangan dan ketaatannya terhadap Allah. Karena hanya dengan ketaatan inilah Allah dapat memberikan kesempatan bagi manusia untuk tetap tinggal didalam Surga bersenang-senang dan bersuka-ria.

Allah memberikan peringatan kepada Adam dan Hawa agar keduanya menjauhkan diri dari Iblis, jangan sampai menuruti anjuran dan ajakan Iblis, karena Iblis sudah terang-terangan menyatakan diri sebagai musuh Adam dan anak cucunya buat selama-lamanya dan akan selalu berdaya-upaya siang dan malam dengan tidak kenal lelah dan bosan untuk menjauhkan Adam dan semua anak cucunya dari kebahagiaan hidupnya.

Allah berfirman kepada Adam :
“Hai Adam, Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu. Dia akan selalu menggoda kamu berdua agar kamu berdua terusir pula dari Surga ini, sehingga kamu berdua hidup sengsara. Di surga ini kamu berdua dapat hidup bahagia tidak akan menderita lapar dan susah.”
Begitulah Adam dan Hawa tinggal di dalam Surga. Hidup senang dan bahagia, riang dan gembira. Sedang iblis yang sudah di usir dari Surga, selalu berikhtiar untuk dapat masuk Surga kembali, guna menipu dan memperdayakan Adam dan isterinya.

Pada suatu saat, iblis berhasil dapat masuk ke dalam Surga, bertemu dengan Adam dan isterinya. Iblis segera membujuk dengan berkata :
“Hai Adam. Aku datang untuk memberi nasehat yang baik kepadamu. Maukah kamu aku tunjukan, bahwa di sana itu ada satu pohon yang amat lezat cita rasa buahnya. Bila buah yang lezat itu engkau makan, maka engkau dapat tinggal tetap di dalam Surga ini buat selama-lamanya dan Surga ini dapat engkau miliki sebagai suatu kerajaan yang tidak akan rusak buat selama-lamanya bagi kamu berdua”. 

Adam bertanya :
“buah apakah gerangan yang engkau maksudkan itu?”
Iblis menunjuk kearah pohon Khuldi yang sudah dilarang Allah memakannya.
Melihat isyarat Iblis itu, tahulah Adam bahwa Iblis sudah mulai menggoda dan menyesatkannya. Adam lalu berpaling menjauhkan diri dari Iblis.

Tetapi iblis tidak lekas berputus asa. Dia mendapat kesempatan yang kedua bertemu dengan Adam dan Hawa. Segera pula dia membujuk-bujuk :

“Larangan Tuhan kepada kamu berdua memakan buah Khuldi itu, dimaksudkan jika kamu berdua adalah Malaikat. Sedang kamu berdua bukan Malaikat. Jadi kamu berdua tidak terlarang memakannya”.
Adam dan Hawa tidak mengacuhkan bujukan halus itu. Keduanya berpaling dan menjauhkan diri dari Iblis itu.

Sebagian telah diterangkan, ketika Iiblis terusir dari Surga, ia bersumpah dihadapan Alllah bahwa ia dan anak turunannya sampai hari kiamat akan berusaha menyesatkan Adam dan anak turunannya. Bila ia gagal dalam usahanya yang pertama dan kedua, ia tidak akan berputus-asa, pasti ia akan berusasha untuk ketiga. Keempat sampai kesekian juta kalinya dalam menyesatkan dan menggoda manusia. Ia tahu betul, bahwa salah satu kelemahan manusia itu, ialah sering lupa. Iblis menunggu suatu waktu, di mana Adam dan Hawa diperkirakannya sudah lupa akan perintah Allah yang melarangnya memakan buah terlarang itu.

Pada suatu ketika, setelah diselidikinya, Iblis tahu betul bahwa Adam dan Hawa dalam keadaan yang lengah karena kesenangan di Surga dan Iblis mengetahui bahwa Adam dan Hawa di saat itu sudah merasakan lapar atau dahaga.

Ia masuk mendapatkan Adam dan Hawa, setelah ia memetik sendiri buah yang terlarang itu. Langsung dia berkata kepada Adam dan Hawa :

“Makanlah buah ini, demi Allah aku ini bukan membujuk dan menyesatkan kamu, melainkan semata-mata memberi nasihat yang baik, agar kamu berdua dapat menetap di Surga ini untuk selama-lamanya. Makanlah buah ini, makanlah!”
Mendengar Iblis bersumpah dengan menyebut nama Allah, Adam dan Hawa mulai berfikir :
“Tentu seorang tidak akan berani bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan sumpah yang bohong, Iblis itu tentu berkata benar”. Disaat Adam dan Hawa mulai ragu-ragu terhadap kebenaran perkataan Iblis itu, Iblis menyodorkan buah Khuldi itu kepada Adam dan Hawa. Melihat buah yang ranum dan harum semerbak itu, selera Adam dan Hawa mulai tertarik kepadanya. Adam dan Hawa lalu lupa akan larangan Allah yang melarangnya memakan buah itu. Buah itu diambilnya lalu dimakannya.

Baru saja buah Khuldi itu masuk ke dalam rongga perut Adam dan Hawa, maka lenyaplah pakaian yang menutup aurat keduanya, sehingga kedua suami isteri itu menjadi telanjang. Kedua-duanya pandang-memandang dengan perasaan malu yang tidak terhingga. Keduanya segera menyembunyikan diri agar tidak dilihat Allah. Keduanya memetik 2 helai daun kayu yang terdapat di dalam Surga, untuk menutup aurat masing-masing.

Allah lalu berfirman kepada Adam :
“Hai Adam. Apakah engkau lari dari Aku?”

Jawab Adam :
Bukan aku lari dari Engkau ya Allah, tetapi aku malu dan takut kepada Engkau”.

Firman Allah :
“Bukankah Aku sudah melarang kamu berdua memakan buah itu! Dan Aku katakan pula, bahwa Iblis itu adalah musuhmu yang nyata? Tetapi kenapa kamu berdua malah memakan buah yang Aku larang itu?”

Dengan menundukkan kepala serendah-rendahhnya, Adam dan Hawa meminta ampun dan taubat kepada Allah :
“Ya Allah Tuhan kami. Kami sudah aniaya terhadap diri kami. Kalau Engkau tidak berkenan mengampuni dan mengasihani kami, sungguh kami akan merugi dan sengsara berlarut-larut”

“Ya, Aku perintah, lantas kamu berdua melanggar perintahKu”. Firman Allah pula.

“Maafkan dan ampunilah kiranya kami ini ya Allah”, kata Adam dan Hawa serentak."

Kembali Allah berfirman dengan mereka :
“Aku telah beri tempat kamu berdua di SurgaKu ini dan Aku sediakan segala apa yang kamu inginkan. Hanya aku larang kamu berdua memakan buah Khuldi itu. Apakah buah Khuldi itu lebih berharga bagi kamu berdua dari pada Surga dengan segala isinya ini ?”

Sahut Adam :
“Sungguh tidak aku kira ya Allah, Iblis berani berkata bohong kepadaku dengan menyebut namaMu”
Allah lalu memutuskan dengan firmanNya :
“Demi kemuliaanKu. Kamu berdua harus meninggalkan Surga ini, turun ke bumi yang sudah lama terbentang, dimana kamu berdua juga dapat hidup, tetapi harus dengan bersusah payah dan dengan mencucurkan keringat, kadang-kadang juga air mata”.

Dengan mata berlinang, sedih dan takut, Adam bersimpuh menundukkan kepala di hadapan Allah, ia minta ampun : “Tuhanku, Tuhanku, ampunilah aku, ampuni aku”.

Terhadap Adam, Hawa dan Iblis, Allah menetapkan putusan yang tidak dapat dirubah lagi dengan berfirman :
“Kamu semua harus turun ke bumi. Di sanalah tempatnya bagi kamu untuk hidup bermusuh-musuhan, tipu-menipu, perdaya memperdayakan, berhasad dan dengki. Aku beri kesempatan kepada kamu masing-masing untuk hidup di bumi ini di dalam waktu yang terbatas, juga dengan segala macam kesenangan dan kesusahan yang terbatas pula. Nanti akan datang ajal kepada kamu masing-masing, lalu kami masing-masing akan Aku panggil kembali kepadaKu, untuk mempertanggung-jawabkan apa yang sudah kamu lakukan selama hidup di muka bumi itu”.

Air mata semakin banyak jatuh bercucuran dari mata Adam dan Hawa. Keduanya menangis tersedu-sedu, sambil menanggungkan sesal yang tidak terkira hebatnya atas kesalahan dan pelanggaran yang sudah terbuat, lantaran godaan Iblis.

Kepada Adam dan Hawa kembali Allah berfirman :
“Di bumi, kamu akan selalu didatangi dan digoda Iblis dan semua anak cucu dan kaki tangannya. Di bumi, kamu akan menghadapi perjuangan yang berat menghadapi mereka. Tetapi kamu jangan takut. Kepadamu dan anak cucumu akan Aku turunkan petunjuk-petunjuk (ajaran-ajaran agama). Siapa di antara kamu dan anak cucumu itu yang senantiasa mengikuti petunjukKu itu, dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara”.

Tidak lama kemudian, tibalah Adam dan Hawa di permukaan bumi yang fana. Diterimanyalah wahyu Ilahi yang pertama yang menyatakan, bahwa Allah sudah berkenan mengampuni dosa dan menerima taubat Adam dan Hawa. Sungguh Allah suka memberi ampunan dan taubat bagi siapa saja antara hambaNya yang merasa dirinya bersalah dan suka minta ampun dan taubat ….!

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar