Siapa yang Tahu ?

19.02.00

Pada artikel kali ini, mungkin kalian yang membaca akan bingung maksud dari judul artikel ini, dalam kehidupan kita sehari-hari hakikatnya kita tidak tahu, bahkan ketika kita lahir kealam dunia ini kita tidak memiliki apapun baik itu harta hususnya pada ilmu, kita bisa makan karena ilmu, kita bisa nulis karena ilmu, kita dapat bicara adalah karena ilmu, kita dapat membuat suatu hal fisik yang baru karena ilmu, kita bisa menutupi badan kita karena ilmu, kita dapat pergi ke suatu tempat dengan kendara yang begitu banyak jenisnya karena ilmu,dan intinya apa yang kita lihat sekarang ini baik bentuk berupa ucapa/informasi atau fisik, semua itu adalah karena ilmu.

Bagaimana jadinya kalau kita hidup tanpa ilmu? Pasti kalian akan menjawab hancur sudah kehidupan manusia, tapi apakah kalian akan menjawab kita akan selamat ketika saya bertanya, bagaimana jadinya kalau kita hidup dengan ilmu? Apakah kalian masih yakin dengan jawaban kalin akan selamat di dunia… jawabannya adalah Belum tentu kita selamat karena ilmu.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi apabila kalian seperti ini atau seperti itu?. Pada suatu waktu Nabi kita yang mulia pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat zalim. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Seluruh tabib yang ada di istana lalu di kumpulkannya. Di bawah ancaman pedang, mereka di suruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnnya,
tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkan penyakit yang dideritanya itu. Hingga akhirnya, ada seorang Rahib yang mengtakan bahwa penyakitnya itu sebenarnya hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, tapi sayangnya saat ini belum musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Walaupun raja menyadari hal ini, namun diperintahkannya juga semua orang untuk mencari ikan yang dimaksuh. Aneh bin ajaib. Ternyata ikan itu sangat mudah ditemukan! Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal kebijakannya. Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Dan ternyata dianosa pra tabib mengarah pada kesimpulah yang sama, yaitu penyakit baginda raja ini obatnya adalah ikan jenis tertntu yang saat ini kebetulan sendang musimnya muncul ke permukaan laut. Karena itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali. Tetapi apa yang terjadi ? Ternyata ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang tampak! Walaupun pihak kerajaan telah mengerahkan seluruh ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemuka. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun mangkat!
Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian ini. Akhirnya mereka menghadap Allah dan memberanikan diri bertanya, “Ya Tuhan kami, apa sebabnya engkau menggiring ikan-ikan itu kepermukaan sehingga raja yang zalim itu selamat; sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?”
Allah pun lalu berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku balas kebaikannya itu, sehingga nanti pada waktu dia datang menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikit pun yang akan di bawanya. Dan akan Aku campakkan ia pada neraka yang paling bawah! Sementara raja yang bijak itu, ia pernah berbuat salah kepada-Ku; karenanya Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya, tanpa ada sedikit pun dosa padanya. Hukuman atas dosa yang pernah ia lakukan telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!”
Subhanallah… kita dapat mengambil paling sedikitnya dua pelajaran dari kisah bersayap ini.
Pelajaran pertama :
Ada kesalahanyang hukumannya langsung diberikan Allah secara kontan di dunia; sehingga dengan demikian, di akhirat nanti dosa itu tidak akan diperhitungkan-Nya lagi [keyakitanan hal ini, akan dapat menguatkan iman ketika kita sedang tertimpa musibah].
Pelajaran yang kedua :
Bila kita tidak pernah tertimpa musibah, jangan terlena. Karena, jangan-jangan Allah ‘menghabiskan’ tabungan pahala kita [keyakinan hal ini, akan dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi].
Pelajaran yang ke tiga :
Belum tentu yang kita anggap baik itu adalah baik untuk kita, dan belum tentu hal buruk yang terjadi pada diri kita, buruk bagi kita.
Sebagai kesimpulan, marilah kita renungkan bersama firman Allah dalam surat Al Baqorah ayat 216 berikut :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Itulah yang dimaksud artikel ini, sebayaknya ilmu yang kita dapat belum tentu kita dapat mengetahui apa yang terjadi esok hari, bahkan dengan ilmu belum tentu apa yang kita jawab benar itu adalah benar pula di Allah, kita hanya makhluk Allah yang tak berdaya tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu kejadian. Apakah itu baik baginya atau tidak? Jawabannya tiada yang tahu, kecuali Allah yang Maha Mengetahui apa yang kita tidak ketahui…
Semoga bermanfaat. Amiin…
Salam penulis

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar