Sakratulmaut

18.38.00

Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kandang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahakan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkuta. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahwa tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan kita yang mulia, Rasulullah S.A.W. dalam hai ini telah bersabda :

”Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk malaikat maut itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati.”



Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semakin menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.
Dalam hadits lain, Rasulullah S.A.W. pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan mengucapka lailaha ilallah. Pada kenyataannya, amat jarang orang yang mempu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan yang mendalam. Mengapa demikian? Marilah kita coba bersama-sama untuk menelaahnya.
Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang; yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini, setan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan lailaha illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya, mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah / ibunya yang telah meninggal, atau pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan.
Semua akal-akalan setan ini tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakaratulmaut, maka bantulah ia dengan membisikan berulah-ulang kalimat lailaha illallah sebagaimana petunjuk yang diberikan Rasulullah S.A.W :

“Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakaratulmaut itu, dengan mengucapkan laila illallah . orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimah syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam surga.”

Salah seorang sahabat Rasullah S.A.W. yaitu Umar bin Khatab berkata,

“Ucapkanlah kepada mereka yang sedang dalam sakratulmaut itu lailaha illallah. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu.

Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakararulmaut? Godaan setan yang maha berat pada waktu sakaratulmaut ini, hanya dapat di atasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang kepada Allah S.W.T. Karena, apa yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduap siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu napas terakhir.
Sering kali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila dibisikkan “lailaha illallah” di telinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang; hati nurani akan mengesampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat kepada Allah dengan mengucapkan “lailaha illallah,” maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan sekarat : akal akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kira cintai saja.
Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat tidak logis bila mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakaratulmaut, dimana akal sudah tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300 tusukan pedang.
Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah berzikir mengingat-Nya. Jadikanlah Allah itu menjadi kekasih, dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.
Para ulama mengatakan, setelah selesai tanya jawab dalam kubur, maka roh selanjutnya di alam barzah akan di tempatkan pada tempat-tempat yang sudah disiapkan untuknya; yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus sekali; lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah-Nya akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar tempat derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah S.A.W. bersabda :

 “Janganlah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya.”

Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Bharata yang dicari mati-matian itu akan tinggal di dunia; akan dibagi-bagi oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah magrib masih di kantor, harta tertumpuk, kita meninggal. Masih terbaring mayat kita di tempat tidur belum dimandikan dan belum dikafani para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama ini ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah secarik kain kafan, yaitu kan putih sepanjang empat hast. Tidak lebih dari itu!
Nabi kita yang mulia bersabda :

“Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di akhirat. Kalau seseorang telah semat di situ, maka tahap yang sesudahnya akan lebih enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap yang sesudahnya akan lebih berat lagi.”

Mengucapkan kalimat ‘lailaha illallah’ dengan sepenuh perasaan pada saat sakaratulmaut, selintas kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain karena :
  • Pada waktu sakaratulmaut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi normal, bahkan dapat dikatakan hilang.
  • Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang dikenal dekat dan sudah meninggal.
  • Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang.
Dalam keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang teringar adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan siang dan malam. Agar kita mampu mengucapkan pengakuan “lailaha illahllah” pada saat akan meninggal, maka kita harus cinta atau dekat kepada Allah yang tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Untuk ini, satu-satunya jalan adalah : berjihadlah menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa! Ingatlah, kuburan bergerak secara pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit per jam. Dan di akhirat nanti, tidak ada jalan keluar dari neraka!

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar