Belajar dari Burung dan Cacing

18.26.00

Pada artikel ini, diambil dari sebuah ayat pada Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 66, yang artinya :

“Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.”

Pada saat krisis moneter yang berkepanjangan ini, marilah kita meluangkan waktu untuk bertafakur sejenak. Karena Rasulullah S.A.W. telah bersabda,

“Bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah satu tahun.” 

Bukan berarti ibadah yang kita lakukan tidak baik, tetapi nilai tafakur itulah yang tinggi sehingga lebih baik dari
ibadah selama satu tahun, karena dari tafakur itulah kita akan mendapat sebuah hikmah sebuah ilmu yang secara langsung kita akan menerimanya.
Seorang ulama besar mengatakan, bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.
Burung setiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan tanpa mengetahui di mana ia harus mendapatkannya. Karena itu, kedangkala sore hari ia pulang dalam keadaan perut kenyang, kadang kala ia pulang dengan membawa oleh-oleh makanan untuk keluarganya; tetapi sering juga ia pulang ke sarangnya dengan perut yang masih keroncongan. Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya ‘kantor’ yang tetap (apalagi setelah ia hanya berubah menjadi real estate), namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas; atau kita pun tidak pernah melihat ada burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya ke dalam sungai! Nampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas, lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kekenyangan, lain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita coba renungkan binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Cacing seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk mencari makanannya. Cacing tidak mempunyai tangan, kaki, tanduk atau bahkan mungkin ia tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi cacing serupa dengan makhluk Allah lainnya, yaitu ia mempunyai perut yang bila tidak diisi maka ia akan mati.
Kalau kita bandingkan dengan manusia, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih dari pada yang dimiliki cacing. Tetapi mengapa menusia yang diciptakan Allah paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain itu, banyak yang kalah hanya dengan seekor cacing. Manusia banyak yang bunuh diri akibat merasa kesulitan dalam mencari nafkah hidupnya, sementara kita tidak pernah melihat ada cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu!
Allah berfirman dalam Al Qur’an yang artinya
“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dan carilah karunia Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”(Q.S. Al Jumu’ah:10)

“…dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya…”(Q.S. Ath Thalaq:3)

Sekian, semoga bermanfaat untuk memperbaiki hidup kita dan lebih bersabar dalam menghadapi kehidupan fatamorgana ini. Amin…
Hidup di dunia hanya sementara saja, hidup didunia tidak semudah apa yang kita pikirkan baik kita kaya raya, maupun miskin, hidup di dunia tetaplah sulit walaupun kita menjadi orang kaya raya ataupun sebaliknya, tetapi hidup di dunia akan terasa tiada beban ketika ketaqwaan/kesetiaan kita Kepada Allah sangat mantap di banding dengan kesetiaan kita hidup di dunia untuk mencari kekuasaan atau pun kekayaan yang amat berlimpah hanya untuk melampiaskan nafsu yang lambat laun akan membuat manusia lebih Gila dibandingkan dengan orang gila yang jiwanya sakit…

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar