Rindu akan Datangnya Ramadhan

14.21.00

Di antara perkataan ulama terdahulu yang menunjukkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan adalah apa yang diungkapkan oleh Yahya bin Abi Katsir rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa salah satu do’a yang dipanjatkan para salaf adalah do’a berikut

متقبل‬ ‫مني‬ ‫وتسلمه‬ ‫رمضان‬ ‫لي‬ ‫وسلم‬ ‫رمضان‬ ‫إلى‬ ‫سلمني‬ ‫اللهم‬

Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah seluruh amalku di bulan Ramadhan." Lathaif al-Ma’arif hlm. 158.


Ya Allah, pertemukan kami dengan Ramadhan

Ada dua orang sahabat, saling bersaudara, salah seorang di antara mereka lebih bersemangat dibandingkan yang lain, dan akhirnya dia pun memperoleh syahid. Adapun sahabatnya, wafat setahun setelahnya.

Thalhah radhiallahu ‘anhu bermimpi bahwa orang yang terakhir meninggal memiliki derajat yang lebih tinggi daripada yang pertama. Thalhah menginformasikan hal tersebut kepada sahabat yang lain dan mereka pun merasa heran . Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

"Bukankah orang ini hidup setahun setelahnya?"  mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Bukankah ia mendapatkan bulan Ramadan dan berpuasa? Ia juga telah mengerjakan shalat ini dan itu dengan beberapa sujud dalam setahun?" mereka menjawab, "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda: "Sungguh, sangat jauh perbedaan antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi." HR. Ibnu Majah : 3925. Dinilai shahih oleh al-Albani.

Ya Allah, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.

Hadits Populer, Namun Lemah

Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad yang berisikan redaksi do’a berikut,

رمضان‬ ‫بلغنا‬ ‫و‬ ‫وشعبان‬ ‫رجب‬ ‫في‬ ‫لنا‬ ‫بارك‬ ‫اللهم‬

Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami ke bulan Ramadan.”

Hadits tersebut merupakah hadits yang lemah. Diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan nomor 2342. Dalam sanadnya terdapat seorang perawi bernama Zaidah bin Abi ar-Raqqad yang berstatus munkar al-hadits. Beliau dilemahkan oleh an-Nawawi dalam al-Adzkar hlm. 547, ad-Dzahabi dalam al-Mizan 2/65, Ibnu Hajar dalam Tabyin al-Ujab hlm. 38, Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif hlm. 143, dan al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ nomor 4395.

Meski demikian, tidaklah mengapa jika seorang muslim berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, seraya meminta taufik kepada-Nya agar dapat berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar