Bimbingan Rasulullah Merawat Wabah Taun

20.54.00

Taun merupakan sejenis wabah penyakit yang berbahaya sehingga
‘Aisyah berkata “larilah kamu dari penyakit ini sepertimana larinya kamu dari bala tentera”. 
Di kalangan pakar  pengobatan, taun dikenali sebagai pembengkakan yang mematikan, menimbulkan radang yang sangat parah dan bagian tubuh yang diserang penyakit ini akan menjadi hitam, hijau dan bernanah. Ulama’ telah berselisih pendapat terhadap perihal taun dan wabah yang dinyatakan di dalam hadith ini. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh al-Khalil dan Qadi Iyadh bahwa wabah adalah taun. Namun sebahagian ulama’ seperti al-Dawudi dan Ibn al-Athir berpendapat bahwa wabah tidak saja diartikan dengan taun tetapi ia juga digunakan untuk semua jenis penyakit. Sebahagian yang lain menyimpulkan bahwa setiap jenis taun adalah wabah dan tidak semua wabah adalah taun. Maka bertepatan dengan sunnah yang disifatkan sebagai Jawami’ al-Kalim, kaedah ini tidak dikhususkan hanya kepada penyakit taun semata, malah sesuai digunakan untuk setiap jenis wabah dan penyakit berjangkit. 
Dari Amir bin Saad bin Abi Waqqas, dari ayahnya bahwa ia pernah mendengar ayahnya bertanya kepada Usamah bin Zaid, “Apakah yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Saw., berkenaan dengan penyakit taun? Usamah menjawab bahwa Rasulullah Saw., bersabda, "Taun adalah hukuman yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebahagian kalangan Bani Israel dan juga orang-orang sebelum kamu. Jika kamu mendengar ada wabah taun di suatu negeri, janganlah kamu memasuki negeri tersebut, tetapi jika taun itu tersebar di negeri kamu, janganlah kamu keluar dari negeri kamu bagi mengelakkan penyakit itu". (Sahih al-Bukhari, Kitab al-Ahadith al-Anbiya', Bab Hadith al-Ghar dalam Mausu‘ah al-Hadith al-Syarif al-Kutub al-Sittah, Riyadh: Dar al-Salam lil Nasyr wa al-Tauzi’, hlm. 264)
Apabila Nabi Saw., melarang umatnya untuk masuk ke daerah di mana tersebarnya penyakit taun dan melarang mereka keluar dari daerah penyakit tersebut, baginda sebenarnya telah menggabungkan sistem pencegahan yang sempurna. Pemahaman mengenai petunjuk Rasulullah Saw., di dalam hadith ini berarti, masuk ke daerah wabah sama saja dengan menyerahkan diri kepada penyakit, membawa penyakit di rumahnya sendiri dan bermakna ia menolong membinasakan diri sendiri. Ini sangat bertentangan dengan bimbingan syariat dan disiplin logika. Firman Allah s.w.t.: 
Janganlah kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan.(Surah al-Baqarah : Ayat 195)
Adapun larangan Rasulullah s.a.w. kepada pesakit supaya tidak keluar dari tempat wabah dapat disimpulkan mengandung dua maksud:

Pertama: 

Mendorong jiwa manusia supaya sentiasa mempercayai dan bertawakkal hanya kepada Allah s.w.t. serta sabar, tabah dan redha menghadapi qada’ dan qadarNya. Mereka yang sabar ketika menghadapi penyakit ini dan menemui kematian akan diberi ganjaran seumpama syahid berdasarkan sabda baginda Saw.,.:
Dari Hafsah binti Sirin berkata bahawa Anas bin Malik telah bertanya kepadaku tentang kematian  Yahya. Lalu aku menjawab ia mati disebabkan penyakit taun. Anas kemudian berkata bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, "Taun (Wabah Penyakit) adalah mati syahid bagi setiap muslim".(Sahih al-Bukhari, Kitab al-Tib, Bab Ma Yuzkaru fi al-Taun, hlm. 490) 
Sabda Baginda s.a.w. lagi
Dari ‘Aisyah isteri Nabi Saw., telah memberitahu kepada kami bahwa ia bertanya kepada Rasulullah Saw., berkaitan taun. Maka Rasulullah Saw., bersabda bahwa itu adalah azab yang Allah turunkan kepada orang yang Allah kehendaki. Allah akan jadikan penyakit itu sebagai rahmat kepada orang-orang beriman. Tidak ada seorangpun yang terkena taun dan duduk tetap di negerinya dalam keadaan sabar, mengharapkan ganjaran Allah dan yakin ia  hanya ketetapan ilahi melainkan Allah akan memberinya pahala syahid. (Sahih al-Bukhari, Kitab al-Tib, Bab Ajr al-Sabir fi al-Taun, hlm. 490) 

Kedua: 

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para pakar pengobatan bahwa apabila seseorang ingin  menyelamatkan diri dari wabah penyakit yang menimpanya, maka ia perlu mengeluarkan lembapan berlebihan dari tubuhnya dan mengurangkan segala aktivitas dari olah raga kerana akan menyebabkan masalah lain yang mungkin akan timbul kepada pesakit. Justru ketika diserang wabah, seseorang disarankan supaya banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas. Sedangkan untuk keluar dari tempat wabah memerlukan banyak tenaga dan itu amat berbahaya.
Wallahu alam bissawab.
Rujukan kitab Thibbun Nabawi (Ibnu Qayyim al-Jauziah), terjemahan oleh Muallij Mustaqim

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar