Hikmah dari Operasinya Dada Rasululloh

23.45.00


Semenjak usia kurang lebih lima atau enam tahun, ketika Rasulullah masih dalam pengasuhan Halimah Sa’diyah, Allah benar-benar memulai mempersiapkan beliau untuk menjadi orang nomor satu bagi umatnya. Yang dipersiapkan dalam diri beliau adalah batiniahnya. Hati beliau dibersihkan dan disucikan dari segala kotoran nafsu dan kejahatan dengan air dan surga.
Untuk itu semua, Allah mengutus kepada Jibril untuk membersihkan dada Rasulullah Saw., dengan cara mengoprasinya. Peristiwa itu terjadi ketika beliau masih kecil dan sedang bermain-main dengan teman sebayanya.
Dikisahkan dalam kitab “Maulidud Diba’iy” : pada suatu ketika Muhammad Saw., sedang bermain disuatu tempat agak jauh dari tempat tinggalnya, tiba-tiba ia didatangi oleh tiga malaikat yang berwajah lelaki ganteng bagaikan matahari dan bulan. Anak-anak kecil yang sedang berada didekat beliau saling berlarian karena ketakutan, sedangkan beliau tetap tinggal diam dengan penuh keheranan. Selanjutnya ketiga orang tadi membaringkannya di atas tanah dengan perlahan-lahan, lalu mereka membedah perut beliau secara halus. Setelah itu, mereka mengeluarkan hati Muhammad Saw., dan lapangkannya dengan mengisi kebaikan-kebaikan, serta membuang yang menjadi bagian bisikan setan. Kemudian diisinya dengan ketabahan, ilmu pengetahuan, keyakinan dan keridhaan. Setelah mencukupi keperluannya, para malaikat kemudian mengembalikan hati beliau pada tempatnya semula. Sedangkan beliau sepertinya tidak merasakan hal-hal yang aneh pada tubuhnya.
Sesudah mengoperasi dada Rasulullah Saw., Jibril lalu berkata kepadanya : “Wahai kekasih yang Maha Kasih, andaikata engkau mengetahui kehendak Allah dari kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadamu, tentu engkau mengetahui betapa tingginya kedudukanmu melebihi yang lain dan engkau akan semakin bertambah gembira dan bersuka ria, serta bertambah indah dan bercahaya wajahmu. Wahai Muahammad ! gembiralah... Sesungguhnya telah dikabarkan pada alam raya ini tentang panji-panji ilmu pengetahuanmu. Seluruh makhluk menyambut gembira akan kehadiranmu, tidak ada satupun dari makhluk Allah kecuali tunduk dan patuh kepadamu serta mendengarkan sabda-sabdamu. Wahai Muhammad ! akan datang kepadamu unta yang memohon keselamatan darimu, termasuk binatang dlob (biawak) dan kijang yang akan menyaksikan risalahmu, pohon, bulan dan srigala semuanya mengakui atas kenabianmu dalam waktu yang dekat ini. Wahai Muhammad ! kendaraanmu adalah Buraq, keindahanmu selalu dirindukan. Malaikat Jibril yang akan memimpin kerajaanmu, ia telah mengumandangkan sebutan namamu diseluruh penjuruh dunia. Bulan akan mengikuti perintahmu sebagai bukti mukjizatmu ia akan terbelah menjadi dua !”.
Disaat Rasulullah Saw., sedang asik-asiknya mendengarkan dan memperhatikan keterangan malaikat, tiba-tiba Halimah menjemputnya dengan memanggil-manggil namanya sambil berteriak : “wahai anakku yang jauh disana...!”, lalu malaikat menjawab : “Bukan engkau yang jauh, justru engkaulah yang dekat disisi Allah dan engkaulah pilihan kekasihNya !”.
Halimah kemudian berkata : “Wahai anakku yang sendirian disana !”. malaikat lantas menjawab : “Wahai Muhammad ! engkau tidaklah sendirian, bahkan engkaulah orang yang mempunyai pengukuhan. Penghiburmu adalah Allah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. Teman-temanmu adalah saudara-saudaramu yang terdiri dari para malaikat dan orang-orang ahli tauhid!”.
Ketika Halimah berkata : “Wahai anak yatimku !”. Malaikat yang dekat dengan beliau itu menjawab : “Kebaikan Allah selalu diberikan kepadamu sebagai anak yatim. Sungguh kedudukanmu disisi Allah adalah benar!”
Sewaktu Halimah melihat Muhammad Saw., dalam keadaan selamat dari marabahaya, maka ia pulang kerumah bersama beliau dengan perasaan gembira.
Sesampainya dirumah, Halimah menceritakan apa yang terjadi pada anak asuhannya itu pada seorang Kahin (juru peramal). Kemudian Kahin itu bertanya kepada Muhammad Saw. : “Wahai anak dari negeri sumur zamzam, dari makom Ibrahim, dari rukun Yamani serta Baitul Haram, apakah engkau mengalami hal tersebut dalam keadaan terjaga atau dalam keadaan tidur?”. Muhammad Saw., menjawab : “Demi kehormatan Raja yang Maha Melihat, aku melihat dengan kepala mata sendiri dalam keadaan terjaga dan aku tidak meragukan kejadian tersebut, pada saat itu pandangan mataku juga tidak terhalang!”.
Mendengar penuturan Muhammad Saw., yang jujur ini, maka Kahin berkata kepadanya : “Wahai anak! Gembiralah engkau, sebab engkau akan membawa panji-panji, kenabianmu menjadi kunci penutup para Nabi. Akan datang kepadamu malaikat Jibril, diatas hamparan alas yang suci engkau akan memperoleh firman Tuhan Yang Maha Agung. Tidak ada seorangpun yang mampu menghitung ke utamaan yang meliputi dirimu dan sebagian dari sifat-sifatmu lidah para penyanjung sudah tidak mempu lagi menuturkan kata-kata indah buatmu”.
Sedangkan Muhammad Hamzah As-Sa’dawiy menceritakan dalam kitab “Mu’jizatun Nabiy” sebagai berikut : Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw., pergi bersama saudara-saudara sesusuannya untuk mengembala kambing. Sesudah tiba di tanah lapang, pada saat kambing-kambing yang digembalanya itu sedang melahap rerumputan dan dedaunan, tiba-tiba datang dua malaikat yang menjelma orang lelaki yang berbaju putih bersih menghampirinya.
Tanpa basa-basi kedua malaikat itu langsung merebahkan Muhammad Saw., lalu membelah perutnya. Melihat kejadian tersebut, saudara-saudaranya lari terbirit-birit pulang ke rumah untuk memberitahukan peristiwa yang dialami Muhammad Saw., kepada Halimah.
Alangkah terperanjatnya hati Halimah mendengar berita ini. Dengan secepat kilat dia memberitahukan peristiwa itu kepada suaminya dengan suara tergagap-gagap, lidahnya kelu. Dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Suaminya kemudian mengajaknya pergi untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri.
Setelah sampai ditanah lapang, dia melihat Muhammad Saw., dalam keadaan baik. Dengan perasaan gembira dia merangkulnya dan menciuminya seraya bertanya : “Apa ada sesuatu yang terjadi pada dirimu, wahai anakku?”.
Dengan santai sekali Muhammad Saw., menuturkan semua apa yang baru dialaminya, beliau mengatakan : Ada dua orang yang berbaju putih bersih datang menghampiriku dengan membawa baskom dari emas yang diisi dengan air es. Mereka lalu merebahkan aku dan melakukan operasi kilat pada perutku. Mereka memungut darah hitam legam dari perutku dan membuangnya, kemudian mereka berkata : “Ini adalah sarang setan !”. selanjutnya mereka mensucikan hatiku dan perutku dengan air es yang mereka bawa. Setelah itu mereka menutup perutku kembali seperti semula. Sebelum mereka pergi mereka merangkul aku dan mencium dahi diantara kedua mataku, kemudian mereka pergi jauh dan lenyap dari pandanganku !”.
Halimah benar-benar tercengang memdengar kisah ajaib yang baru dialami oleh anak asuhannya. Tersiratlah dalam benaknya, bahwa anak ini akan berusia panjang dan akan menjadi orang besar yang diidam-idamkan.
Sedangkan menurut kitab “Qishshatul Mi’raj” karangan Syekh Ahmad Ad-Dardir diceritakan sebagai berikut : Sewaktu Rasulullah Saw., berada di Hijir Ismail didekat Baitullah dengan tidur berbaring disamping dua orang lelaki, tiba-tiba datang kepadanya Jibril dan Mikail yang disertai oleh beberapa malaikat yang lain. Para malaikat yang mengiringi Jibril ini membawa air zamzam. Kemudian para malaikat menidurkan beliau dengan posisi terlentang. Jibril lalu memerintahkan para malaikat lain untuk melakukan operasi bedah pada tubuh Rasulullah Saw..
Jibril lalu berkata kepada malaikat Mikail : “Bawalah kepadaku air zamzam untuk mensucikan hati Rasulullah !”. Jibril selanjutnya membedah dada Rasulullah dengan mengeluarkan hatinya untuk di sucikan tiga kali dengan air zamzam, dibersihkan dari berbagai kotoran. Mikail memberikan tiga baskom air zamzam kepada Jibril untuk dipakai membersihkan hati Rasulullah. Kemudian Mikail memberikan baskom lagi kepada Jibril yang terbuat dari emas, yang didalamnya di penuhi hikmah dan iman.
Isi baskom yang terakhir ini kemudian dituangkan kedalam hati Rasulullah Saw.. jibril selanjutnya mengisi dada beliau dengan sifat hilm, ilmu, keyakinan dan islam. Setelah itu, Jibril menutup kembali seperti semula dan memberikan stempel kenabian yang diletakkan diantara dua bahunya.
Muslim meriwayatkan dari Anas ra., : Rasulullah Saw., didatangi oleh Jibril ketika sedang bermain dengan anak-anak sebayanya, beliau lalu dibaringkan diatas tanah, kemudian dikeluarkan hatinya untuk dicuci dalam sebuah bejana dari emas yang berisi air zamzam. Setelah itu, hati beliau ditutup seperti keadaan semula. Anak-anak teman sepermainannya ketika melihat peristiwa tersebut pada takut dan dengan tergesa-gesa berlarian, kemudian mereka memberitahukan kepada ibu susuannya, seraya berkata : “Bahwa Muhammad telah terbunuh!”. Akhirnya orang banyak yang mendengarkan hiruk-pikuk anak-anak itu segera mendatangi tempat kejadian, mereka ingin melihatnya dengan perasaan lemah dan pucat. Anas ra., selanjutnya berkata : “Aku dengan mata kepalaku sendiri melihat bekas belahan operasi itu pada dada Nabi Saw.
Adapun mengenai berapa kali Rasulullah Saw., dioperasi, dikalangan para ulama telah terjadi perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan 3 kali, juga ada yang berpendapat 4 kali.
Ulama yang berpendapat bahwa Rasulullah Saw., dioperasi tiga kali itu menjelaskan rinciannya sebagai berikut :
1. Beliau dioperasi selagi beliau masih kecil dibawah asuhan Halimah Sa’diyah.
2. Beliau dioperasi ketika berumur 10 tahun, konon hikmah dari pengoperasian ini karena beliau sedang mendekati dewasa (aqil baligh). Untuk itu beliau perlu dibersihkan lagi agar terpelihara dari segala sesuatu yang lazimnya dialami oleh mereka yang sedang berada diusia peralihan.
3. Pengoperasian itu, menurut ulama ahli tahqiq adalah untuk memperteguh hati dan persiapan untuk menghadapi dan bermunajat kepada Allah sekaligus menyaksikan Nur Illahi Rabbi dengan segala keindahan dan ke agungan-Nya.
Ada pula sebagian ulama yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw., mengalami operasi sebanyak 4 kali, menjelaskan sebagai berikut :
1. Ketika beliau masih kecil dalam asuhan Halimah. Pengoperasian ini bertujuan untuk membersihkan hati beliau dari pengaruh nafsu dan setan.
2. ketika beliau berusia 10 tahun. Operasi yang kedua ini dilakukan dengan tujuan mempersiapkan beliau dalam menapaki usia remaja, agar tingkah lakunya semakin baik dan sempurna.
3. Ketika beliau menginjak dewasa. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan sifat kelelakiannya, agar beliau menjadi orang yang bertanggung jawab dan tidak pengecut.
4. Tatkala beliau akan mendapat mandat kenabian dan menerima wahyu, maka operasi itu dilakukan untuk menyempurnakan segala tingkah laku beliau, baik perkataan maupun tindakan.
Al-Hafidz Al-Asqalaniy berkata : 
Semua riwayat tentang pembedahan (operasi) dada Rasulullah Saw. dan segala peristiwa ajaib yang menyertainya wajib diterima. Tanpa mengalihkan arti yang hakiki dari padanya. Karena bagi Allah dengan kekuasaan-Nya segala sesuatu itu ada yang mustahil.
As-Suyutiy berkata : 
Diingkarinya peristiwa pembedahan dada Rasulullah Saw., oleh sebagian orang di zaman ini, atau dipalingkannya dari arti yang hakiki merupakan suatu kesalahan atau kecerobohan yang fatal. Hal ini seringkali diakibatkan oleh ketekunan mereka dalam mempelajari ilmu filsafat serta jauhnya dari ilmu As-Sunnah (agama).
Semua peristiwa mengandung hikmah, itu adalah benar dan hikmah dibalik pengoperasian dada Rasulullah, telah ada beberapa ulama yang berusaha mengkaji secara mendalam untuk menyingkap hikmah atau rahasia-rahasia yang terkandung dari pembedahan dada Rasulullah Saw., mereka antara lain :
Ibnu Munir : Dibelahnya dada Rasulullah Saw., untuk dibersihkan hatinya itu dengan tujuan agar nanti beliau sabar dalam menghadapi berbagai peristiwa. Sebagaimana ujian Allah yang diberikan kepada Nabi Ismail As., tatkala perintah Allah datang kepada ayahnya untuk menyembelihnya.
Syekh Abu Muhammad bin Abi Jamrah : Diantara hikmah di belahnya dada Rasulullah Saw., adalah untuk meningkatkan keyakinan, karena beliau menyaksikan sendiri menyebabkan hati beliau semakin tentram dan tenang dalam menghadapi apapun juga.
Abu Hasan As-Subukiy : Segumpal darah yang ada dalam jantung setiap manusia dapat dimanfaatkan oleh setan, maka dengan dibersihkannya hati Rasulullah Saw., maka sudah tidak ada jalan bagi setan untuk memperngaruhinya.
Ibnu Hajar : Bahwa masing-masing peristiwa (pengoperasian) itu mengandung hikmah yang besar, yang pertama pembedahan dada itu di masa kecilnya adalah untuk menyempurnakan hal ihwalnya, juga untuk melindungi dari gangguan setan yang terkutuk. Pembedahan kedua, terjadi menjelang kebangkitannya sebagai Rasul Allah. Pembedahan ini bertujuan untuk menambah kehormatan baginya dalam rangka tugas sucinya, sebab beliau akan menerima apa yang akan diturunkan kepadanya. Oleh karena itu, beliau membutuhkan keteguhan hati dan kondisi yang sangat bersih dan suci. Sedangkan pembedahan ketiga terjadi ketika beliau akan melaksanakan Isra’ Mi’raj menuju kelangit, sebagai persiapan menghadap dan bermunajat kepada Allah SWT.
Al-Hafidz Asy-Syamiy : Hikmah dibelahnya dada Rasulullah Saw., yang kedua terjadi pada usia menjelang kedewasaan, maka dibelahnya dada beliau pada waktu itu, untuk disucikan hatinya dengan tujuan agar beliau tidak mengalami apa yang biasa dialami manusia yang sedang dalam masa peralihan itu.
Ibnu Hajar berkata lagi : Kemungkinan disucikannya hati Rasulullah Saw., berulangkali agar beliau semakin bertambah kebersihannya.
As-Suhailitiy : Tempat dari emas, dimana hati Rasulullah Saw., dicuci sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa riwayat pada peristiwa itu, karena emas itu yang dalam bahasa Arab disebut “Dzahab”, sesuai dengan apa yang tersirat, maka kalimat tersebut mengisyaratkan dan memberi petunjuk akan kalimat Dzahaab yang berarti menghilangkan. Seolah-olah Allah menghendaki hilangnya segala noda dan kotoran dan mensucikan beliau sesuci-sucinya. Perlu diketahui, bahwa emas adalah logam mulia yang paling bersih zat dan unsurnya dibandingkan dengan logam-logam yang lain.
Adapun hikmah dicucinya hati Rasulullah dengan menggunakan air es dan salju, menurut sebagian riwayat adalah sebagai penawar lagi pula sangar bersih, sebab air tersebut tidak tersentuh oleh kotoran tanah. Disamping itu, air es dan salju merupakan lambang kecerahan masa depan Rasulullah Saw. dan umatnya, serta syari’ah yang dibawanya masa depannya akan lebih cerah, kemenangan yang akan dirainya itu menunjukkan ketenangan dan kesucian hatinya, belum lagi ditambah dengan ampunan Allah kepada umatnya.
Ibnu Naihyah : dada beliau dicuci dengan air es, karena rasa keyakinan yang sangat menyejukkan hatinya. Hal ini sejalan dengan doa beliau pada setiap selesai Takbiratul Ihram dalam shalat (Doa Iftitah) : “Yaa Allah bersihkanlah segala dosaku dengan air es dan Barad!”. Maka Allah menghendaki agar hati beliau dicuci dengan air yang berasal dari surga dalam mangkok yang terbuat dari emas, penuh hikmah dan keimanan, agar hati beliau merasakan kelezatannya, lebih tekun mengajak manusia untuk masuk Surga agar memperoleh segala kenikmatannya.
Apa yang dikatakan oleh para ahli pengamat sejarah semuanya benar dan pada dasarnya pendapat mereka sama, yakni Rasulullah Saw., benar-benar seorang Rasul yang paling istimewa. Sebab para Rasul Allah sebelumnya tidak ada yang mendapat perlakukan sedemikian istimewanya dari Allah.

http://j.gs/7vzo

http://q.gs/ACIei

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar