Bangsa Arab Pada Zaman Jahiliyah

13.26.00


Jahiliyah artinya bodoh zaman jahiliyah yaitu zaman sebelum Islam datang di kalangan mereka, ketika itu mereka belum mengetahui apa-apa yang halal dan apa-apa yang haram atau dengan kata lain apa-apa yang dilarang Allah dan apa-apa yang diperintah Allah.


Mereka hidup hanya menurutkan kehendak hawa nafsunya dan adat istiadat yang diterimanya turun temurun dari nenek moyangnya. Agama mereka adalah menyembah berhala (patung) yang tidak bisa bicara, bergerak dan tiap-tiap kota mempunyai berhala sendiri-sendiri, dengan tempat beribadah sendiri-sendiri pula, berhala-berhala yang mereka puja adalah Lata dan Uzzaa. Pusat keagamaannya ialah kota Mekkah pada Ka’bah suci yang di dirikan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu terdapat lebih dari tiga ratus enam puluh buah berhala, sebagai wakil dari segala berhala yang di sembah oleh bangsa itu.

Lain dari pada itu ada juga yang menyembah binatang, api, pasir, makanan, matahari, bulan dan lain-lain. Akan tetapi walaupun demikian mereka itu masih tetap percaya akan adanya Allah. Berhala itu katanya hanyalah menjadi perantaraan kepada Tuhan saja. Mereka itu dinamai orang musyrik artinya orang yang mempersekutukan Allah, di samping itu ada juga bangsa Arab yang memeluk agama Yahudi, agama kristen, tetapi sedikit sekali bilangannya.

Udara tanah Arab yang panas dan penghidupan yang sukar dicari dalam negeri itu menyebabkan penduduknya bertabiat kasar dan kejam. Perkara yang kecill-kecil saja dapat menjadi pangkal persengketaan dan menimbulkan peperangan oleh karena itu di sana sini tidak putus-putusnya terjadi pertumpahan darah.

Bangsa Arab itu sangat suka kepada kebebasan, mereka tidak mau di kongkong dan amat gemar meperturutkan hawa nafsunya, berjudi dan minuman yang memabukkan dipandangnya suatu kehormatan. Barang siapa yang tidak pandai berjudi dan tidak suka minum arak terpandang rendah dalam pergaulan mereka dan kalau seorang ayah mati isterinya yang banyak itu turut menjadi harta waris yang dibagi-bagikan kepada anak-anaknya, tidak jarang anak laki-laki yang mendapat pusaka berupa ibu tirinya sendiri.
Oleh karena kedudukan kaum wanita ketika itu sangat rendah, amat bencilah bangsawan-bangsawan Arab memperoleh keturunan anak perempuan.

Anak perempuan yang baru lahir terus ddikuburkan hidup-hidup kedalam kubur yang telah disediakan lebih dahulu. Bila bayi itu telah di timbuni, barulah lega perasaan si ayah seakan-akan baru terhindar dari suatu bahaya besar yang hampir menimpa dirinya.

Oleh karena banyak perempuan yang dibunuh maka kuranglah jumlah kaum wanita, dengan kurangnya kaum wanita itu timbullah poliandri yaitu seorang perempuan bersuami beberapa orang laki-laki.

Hal ini tentu saja merusak kepada keturunan. Akan tetapi walaupun demikian bangsa Arab itu termashur pula baik budi bahasanya. Mereka sangat memuliakan dan menghormati tamu-tamunya yang datang melindungkan diri kerumahnya dipertahankan dengan diri dan jiwanya. Dalam hal itu bangsa Arab tidak ada bandingannya di muka bumi ini. Tapi disamping itu mereka msyhur pula, suka merampok orang asing yang bertemu di tengah jalan sering dirampiknya atau dibunuhnya, orang Arab juga sangat gemar berpidato dan bersyair dalam hal bersyair mereka tidak kalah dengan pujangga-pujangga yang ulung di dunia. Apalagi syair-syair itu dijelmakan dengan bahasa yang sangat indah melihat perasaan yang terkandung di dalam perasaan syair-syair itu tidak mjungkin rasanya mereka itu akan bersifat kejam dan kasar. Kehalusan itu agaknya ditimbulkan oleh keindahan padang pasir, terutama pada waktu malam, ketika berjuta-juta binatang berkelap-kelip dengan sedikit juapundi halangi oleh awan.

Tiap tahun bulan Zulka’dah yaitu ketika di haramkan berperang menurut adat, diadakan orang pasar keramaian diUkuz de dekat Thoif. Dari sela pelosok orang datang menghadiri pasar itu, diantara pertandingan yang bermacam-macam, diadakan pula disana sayembara syair yang sangat meriah, syair-syair yang terbagus di sambut oleh khalayak ramai dengan sorak sorai yang gemuruh, kemudian dilukisan dengan tinta mas dalam huruf-huruf yang indah dan digantungkan di Ka’bah.

Tujuh dari pada syair-syair yang terbagus itu yaitu al-muallaqat namanya sampai sekarang masih di simpan dan dapat membuktikan kepada kita sampai dimana ketinggian seni yang pernah dicapai oleh bangsa badui itu.

<= Makkah Zaman Dulu | No Page =>
Selanjutnya

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar