5 Musuh Terbesar Manusia

10.37.00

Di dalam kehidupan di dunia, pasti kita pernah mendapatkan masalah persoalan pada diri kita/keluarga kita, ataupun kita menemukan?mendengar orang yang mempunyai masalah, seperti adanya pemberontakan, pemerkosaan, pencurian, pembunuhan perceraian keluarga, dan lain-lain.
Banyak sekali manusia yang memdapatkan masalah sampai terjadi hal seperti itu, kenapa manusia dapat menjadi seperti itu ? karena manusia sudah kalah terhadap musuhnya atas kelalaiannya sendiri terhadap Agama Islam.
Musuh manusia ada 5 :

1. Syaitan / Iblis
Syaitan adalah makhluk Allah yang tercipta dari api, syaitan ini termasuk pada golongan jin tapi golongan jin yang disebut sebagai iblis / syaitan ini adalah golongan yang membantah pada perintah Allah dan golongan jin yang memusuhi manusia.


Contoh :
- ada seorang lelaki yang sudah tidak tahan akan kecacatannya/keburukan yang ada pada tubuhnya lalu dia pergi ke tempat keramat untuk memohon agar disembuhkan dirinya dari penyakit
- seorang penjudi yang ingin menang sehingga dia pergi ke kuburan dengan niat meminta bantuan agar dia dapat memenangkan perbuatan judi tersebut
dari contoh ke-1 dan ke-2 sudah jelas mereka (manusia yang sesat) meminta/mengandalkan benda keramat, datang ke kuburan dengan niat yang sesat, pada hakikatnya semua itu adalah perbuatan syaitan.
Ket : Iblis=syaitan=jin kafir
2. Nafsu
Pengertian :
- Nafsu secara etimologi : jiwa.

- nafsu secara terminologis ilmu tasawwuf akhlaq : nafsu adalah dorongan-dorongan alamiah manusia yang mendorong pemenuhan kebutuhan hidupnya.

- Adapun pengertian hawa nafsu adalah sesuatu yang disenangi oleh jiwa kita yang cenderung negatif baik bersifat jasmani maupun nafsu yang bersifat maknawi. Nafsu yang bersifat jasmani yaitu sesuatu yang berkaitan dengan tubuh kita seperti makanan, minum, dan kebutuhan biologis lainnya, Nafsu yang bersifat maknawi yaitu, nafsu yang berkaitan dengan kebutuhan rohani seperti, nafsu ingin diperhatikan orang lain, ingin dianggap sebagai orang yang paling penting, paling pintar, paling berperan, paling hebat, nafsu ingin disanjung dan lain-lain. Hawa nafsu inilah yang mengakibatkan pengaruh buruk / negatif bagi manusia

Dari segi tahapan nafsu terbagi menjadi tiga bagian yaitu :

1. Nafsu amarah
Yaitu jiwa yang masih cenderung kepada kesenangan-kesenangan yang rendah, yaitu kesenangan yang bersifat duniawi. Nafsu ini berada pada tahap pertama yang tergolong sangat rendah, karena yang memiliki nafsu ini masih cenderung kepada perbuatan-perbuatan yang maksiat. Secara alami nafsu amarah cenderung kepada hal-hal yang tidak baik. Bahkan, karena kebiasaan berbuat keburukan tersebut, bila mana dia tidak melakukannya, maka dia akan merasa gelisah, sakau dan gundah gulana.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an
Artinya: “Sesungguhnya nafsu itu suka mengajak ke jalan kejelekan, kecuali (nafsu) seseorang yang mendapatkan rahmat Tuhanku” (QS. Yusuf : 53).

2. Nafsu Lawwamah
Yaitu jiwa yang sudah sadar dan mampu melihat kekurangan-kekurangan diri sendiri, dengan kesadaran itu ia terdorong untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan rendah dan selalu berupaya melakukan sesuatu yang mengantarkan kebahagian yang bernilai tinggi.
Ustadz Arifin ilham pernah mengatakan , bahwa orang yang masih memiliki nafsu lawammah ini biasanya di saat ia melakukan maksiat/dosa maka akan timbul penyesalan dalam dirinya, namun dalam kesempatan lain ia akan mengulangi maksiat tersebut yang juga akan diiringi dengan penyesalan-penyesalan kembali. Selain itu ia juga menyesal kenapa ia tidak dapat berbuat kebaikan lebih banyak Nafsu ini tergolong pada tahap kedua, nafsu ini disinyalir Al-Qur’an :
Artinya : “Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. (QS. Al- Qiyamaah : 2).

3. Nafsu Mutmainnah
Yakni jiwa tenang, tentram, karena nafsu ini tergolong tahap tertinggi, nafsu yang sempurna berada dalam kebenaran dan kebajikan, itulah nafsu yang dipanggil dan dirahmati oleh Allah SWT, Sebagaimana firman-Nya:
Artinya : “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhai-Nya.” (QS. Al - Fajr : 27-28).
Dalam ayat lain Allah menghiburnya yaitu :
Artinya :” Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu”. (QS. Asy – Syams : 9)

3. Anak
yang dimaksud anak di sini adalah anak yang membantah pada perintah Allah, Rasul, dan Orang tuanya

4. Suami / Istri
Yang di maksud di sini adalah seorang istri yang membantah pada suaminya atau durhaka dan sebaliknya pula seorang suami yang tidak mendengarkan perkataan seorang istri yang baik untuk dirinya dan suaminya, atau melanggar perintah Allah

5. Harta

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar