Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan

06.15.00


Sahabat, mungkin pernah terbersit dalam benak-benak kita tentang doa yang sering kita panjatkan tapi tak kunjung juga dikabulkan. Ada apa sebenarnya?

Untuk menjawab pertanyaan jiwa tersebut mari kita simak penuturan seorang ulama berikut.

Dari Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah menceritakan, bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah. Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya,

يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ سورة غافر آية 60 ، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلا يَسْتَجِيبُ لَنَا

"Ya... Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’ (QS. Ghofir: 60)', sementara kami selalu berdoa kepada-Nya sejak waktu yang telah lama, tetapi Allah ta'ala tidak pernah mengabulkan doa kami."

Maka Ibrahim bin Adham rahimahullah pun menjawab, "Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara,
  • Pertama: Kalian mengenal Allah. Namun kalian tdk menunaikan hak-Nya.
  • Kedua: Kalian membaca Kitabullah (Al-Quran Al-Karim). Namun kalian tdk mengamalkan apa yg terkandung di dalamnya.
  • Ketiga: Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi kalian meninggalkan tuntunannya.
  • Keempat: Kalian mengatakan benci dan memusuhi syetan, tetapi kalian justru selalu menyepakati dan mengikutinya.
  • Kelima: Kalian mengatakan, "kami cinta surga", tapi kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.
  • Keenam: Kalian mengatakan, "kami takut masuk Neraka", tapi kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.
  • Ketujuh: Kalian mengatakan, "sesungguhnya kematian pasti akan datang". Namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
  • Kedelapan: Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian, tapi kalian lalai dari aib diri kalian sendiri.
  • Kesembilan: Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian, tapi kalian tidak pernah mensyukurinya.
  • Kesepuluh: Kalian menguburkan orang mati di antara kalian, tapi kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.
Hilyatul Auliya' VII/426

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar