Istighfar, Penutup Cela dan Penyempurna Berpuasa

15.53.00

Istighfar, Penutup Cela dan Penyempurna Kekurangan

Orang yang berpuasa senantiasa akan butuh beristighfar. Dengan istighfar, dia menyempurnakan kekurangan yang ada ketika berpuasa. Dengan istighfar dia memperoleh rahmat Allah, dan dengannya dia menutup seluruh amal shalihnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata,
“Menggunjing akan merobek puasa, sedang istighfar akan menambalnya. Siapa saja di antara kalian yang mampu untuk berpuasa dengan adanya tambalan (diiringi dengan istighfar), hendaklah dia melakukannya." Lathaif al-Ma’arif hlm. 232.

Al-Hasan mengatakan,

الرحمة‬ ‫تنزل‬ ‫متى‬ ‫تدرون‬ ‫ال‬ ‫فإنكم‬ ‫اإلستغفار‬ ‫من‬ ‫أكثروا‬

“Perbanyaklah istighfar karena kalian tidak tahu kapan rahmat diturunkan.” Lathaif al-Ma’arif hlm. 232.

Dan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan istighfar adalah di akhir malam setelah melakukan tahajjud. Allah ta’ala berfirman,

“Dan di akhir-akhir malam mereka beristighfar kepada Allah.” [adz-Dzariyat : 18].

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar