Mukjizat Rasul Keringat Yang Berbau Harum

07.30.00

Sistem metabolisme dalam tubuh menyebabkan kotoran-kotoran dari dalam tubuh keluar. Proses keluarnya diantaranya adalah melalui urine, tinja dan keringat. Proses metabolisme yang pada umumnya menimbulkan bau yang tidak sedap pada tubuh manusia.

Rasululloh Saw., adalah manusia biasa yang kesehariannya sama dengan manusia-manusia lainnya. Aktivitasnya juga sama, seperti makan, minum, BAK, BAB, berkeringat dll. Akan tetapi, bau tubuh Rasulullah Saw., tidaklah sama dengan yang lainnya. Keistimewaan inilah yang diberikan oleh Allah sebagai mukjizat, bukti akan kebenaran risalah yang dibawanya.

Berdasarkan riwayat dari para shahabat yang setiap hari berdekatan dengan Rasulullah Saw., rata-rata mengatakan bahwa tubuh beliau menebarkan aroma yang sangat wangi. Keharumannya menyerupai minyak wangi yang keluar dari tubuhnya ini, bisa dirasakan oleh setiap orang yang berdekatan dengan beliau, baik dari kawan maupun lawan. Saking wanginya aroma tubuh beliau, sampai-sampai sebagian shahabat ada yang sengaja mengumpulkan keringat beliau untuk wewangian tubuh mereka.

Diriwayatkan oleh Anas ra., ia berkata :
“Aku belum pernah menyentuh sutra yang lebih halus dibandingkan dengan tangan Rasulullah Saw., dan aku belum pernah mencium bau yang lebih harum dibandingkan dengan keharuman bau badan Rasulullah Saw..”

Anas adalah shahabat Tasulullah Saw., yang merupakan tangan kanan beliau. Semenjak usia muda dia telah tinggal bersama Rasulullah,melayani segala keperluan beliau. Untuk itu, tidak heran jika dia sangat paham bau-bauan yang keluar dari tubuh beliau. Bagi Anas, tiada hari tanpa berdekatan dengan Rasulullah Saw..

Riwayat lain terdapat pada kitab “Maulidul Barzanjiy” dikatakan :
Bahwa peluh yang keluar dari tubuh Rasulullah Saw., itu bagaikan mutiara yang baunya lebih semerbak dari pada harumnya wewangian minyak kasturi. Ketika beliau berjalan, tampak condong seakan-akan sedang turun dari jalan yang tinggi. Apabila beliau berjabat tangan dengan seseorang, maka akan membekas bau harum pada tangan seseorang tersebut dalam jangka beberapa hari lamanya. Ketika beliau membelai (mengusap) kepala anak kecil, maka akan dapat diketahui bekas usapannya itu oleh anak-anak yang lain karena bau keharumannya.

Didalam kitab “Maulidud Diba’iy” diceritakan :
Apabila beliau tersenyum, maka senyumnya bagaikan butiran air embun. Bila beliau berbicara, maka isi pembicaraannya bagaikan mutiara yang berjatuhan. Jika beliau bercakap-cakap maka aroma nafasnya bagaikan minyak misik yang keluar dari mulutnya. Apabila beliau duduk dalam sebuah majlis, maka ruangan majlis tersebut akan berbau harum sampai beberapa hari lamanya.

Dikisahkan oleh Abu Juhaifah ra :
Suatu hari aku melihat Rasulullah Saw., berjalan dan dibelakangnya berjalan pula seorang wanita. Kemudian orang-orang yang melihat beliau langsung mendekat dan mencium tangannya.Aku pun melakukan hal yang sama. Pada waktu tangan beliau kupegang, aku merasakan tangan tersebut sangat dingin, sedangkan ketika aku mencium tangan beliau ternyata baunya sangat harum, lebih harum dari pada minyak misik.

Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata :
Rasulullah Saw., masuk menemui kami dan tidur bersama kami. Ketika beliau berkeringan (dalam tidurnya), ibuku datang dengan membawa botol (kecil), keringat beliau kemudian ditampungnya dalam botol tersebut. Ketika bangun, beliau berkata : “hai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau lakukkan ini ?”. Ummu Sulaim kemudian menjawab : “Ini merupakan keringatmu yang kami tampung dalam botol untuk kami jadikan minyak wangi, karena ia lebih harum-harumnya minyak wangi”.

Riwayat mengenai Ummu Sulaim yang mengumpulkan keringat Rasulullah dan ditaruhnya dalam suatu tempat terdapat dalam beberapa versi. Dalam versi lain Anas bin Malik meriwayatkan dari Ummu Sulaim, ia berkata : Rasulullah Saw., pernah dapang kepada kami. Ada riwayat yang mengatakan : “Lalu Ummu Sulaim menggelar kulit sebagai tikarnya !”. Ada pula riwayat yang mengatakan : “Pada waktu itu, beliau banyak berkeringat, maka Ummu Sulaim menampung keringat beliau dalam beberapa botol (kecil). Nabi Saw., kemudian berkata : “Wahai Ummu Sulaim, apa yang sedang kamu lakukan ini ?”. Ummu Sulaim menjawab : “Keringatmu aku jadikan campuran minyak wangiku!”. Abi Thalhah meriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata : Bahwa Rasulullah Saw., pernah masuk kerumah Ummu Sulaim, lalu beliau tidur di atas tikarnya. Pada waktu itu Ummu Sulaim tidak ada di rumah.

Ada lagi dalam versi yang lain, yang diriwayatkan oleh seorang perawi. Ia berkata : Pada suatu hari beliau datang lagi dan tidur diatas tikar Ummu Sulaim. Tidak lama kemudian, datanglah Ummu Sulaim, lalu dikatakan kepadanya, bahwa Rasulullah Saw., sekarang tidur di rumahmu diatas tikarmu. Perawi hadits berkata : Ketika dililhatnya beliau berkeringat, dimana keringatnya itu menggenang pada selembar kulit yang dijadikan alas tidur beliau. Maka tanpa banyak membuang waktu Ummu Sulaim segera membuka wadah lalu mengumpulkan keringat beliau dan memerahnya dalam beberapa botol (kecil). Melihat hal tersebut Rasulullah terkejut, kemudian beliau bertanya : “Wahai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau lakukan ?”. ia menjawab : “Ya Rasulullah, kami mengharapkan berkah dari keringatmu ini untuk anak-anak kami”. Beliau lantas berkata : “Engkau akan mendapatkannya”

Mukjizat keharuman tubuh seperti ini tidak diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang lain. Mungkin hanya Rasulullah Saw., satu-satunya yang keringatnya dan badannya berbau harum sehingga terkadang apa yag keluar dari tubuh Rasulullah itu menjadi rebutan para shahabatnya untuk dijadikan minyak wangi. Ini merupakan salah satu dari keistimewaan tubuh Rasulullah Saw.. yang lebih mengherankan lagi, bahwa keharuman keringat beliau itu mampu bertahan sampai beberapa hari.

Tidah hanya keringat dan tubuhnya, ludah dan dahak Rasulullah pun menurut sumber riwayat, berbau harum. Hingga apa yang ada pada tubuh Rasulullah seperti pabrik minyak wangi yang berjalan.

Sampai kapanpun tidak akan ditemui lagi manusia yang mempunyai keharuman seperti Rasulullah Saw., bahkan minyak wangipun tidak akan seharum dan sewangi tubuh beliau. Yang ada paling-paling hanya bertahan satu atau dua hari jika sudah dicuci atau terkena air, maka dengan sendirinya keharumannya akan hilang. Tidak demikian dengan keringat Rasulullah, meskipun keringat beliau itu dicuci atau terkena air, tetap keharumannya masih bisa dirasakan.

Inilah salah satu bentuk mukjizat yang beliau miliki sebagai bukti kebenaran hujjah-hujjah beliau. Keharuman tubuh Rasulullah Saw., diakui juga oleh orang-orang yang memusuhi beliau.

http://j.gs/7w6B

http://j.gs/7w6E

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar