Bangsa Yahudi

18.59.00


Dimana dan kapan saja bangsa Yahudi berada, pasti selalu bertikai dengan bangsa lain. Saling bermusuhan dengan penduduk bumi adalah merupakan gaya hidupnya. Oleh karena itu bangsa lainpun menanamkan benih kebencian terhadap mereka. Permusuhan ini tak pernah kunjung pada, bahkan sering terulang kembali kasus pertumpahan darah, baik yang dilakukan secara individu maupun antar negara. Pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berdosa merupakan salah satu model kebengisan mereka. Setelah membantai, kesalahannya dilempar pada sang korban. Mereka sering memakai alasan atau berdalih “Demi pembalasan dan menjaga keamanan negara Israel”.
                Yang menarik perhatian adalah keturunan bangsa Israel selain Yahudi yang masih memiliki tenggang rasa dan dihormati oleh penduduk bumi. Kenyataan ini sebagai lambang bahwa dunia membenci permusuhan. Tampaknya yang dimusuhi oleh penduduk bumi adalah orang-orang Yahudi. Bahkan citra Yahudi sudah tercabik-cabik dalam opini internasional.

Informasi : Yahudi berasal dari nama Yehuda, salah satu anak Yakub (Bibel Kejadian 29:35). Daerah yang di diami oleh Keturunan Yehuda ini juga disebut Yehuda, yang terbentang dari Geba sampai Bersyeba (Bibel 2 raja-raja 32:8). Dalam Perjanjian Baru daerah ini disebutkan “Yudea” menurut nama Yunaninya.


                Ungkapan yang sudah dibentangkan di atas cukup sebagai alasan mendasar untuk meneropong perilaku mereka, bahkan bisa dijadikan untuk menyoroti kelompok terkutuk itu. Masa berganti masa, perkembangan di segala aspek kehidupan tentu melaju. Hubungan antar bangsa semakin mudah dicapai. Dalam merentangkan hubungan persahabatan antar bangsa dibutuhkan cara, bahasa dan etika serta nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu diskriminasi merupakan suatu keconkakan yang amat tercela dan menjadi biang perpecahan dan permusuhan. Namun mau apa dikata bila diskriminasi terlaknat itu masih merasuki sepak terjang Yahudi. Bangsa-bangsa lain dianggap sebagai penghuni beratap langit dan mangsa yang tidak berhak hidup bahagia. Pandangan semacam itu mempunyai refleksi timbal balik. Bangsa-bangsa lain juga selalu melihat bahsa Yahudi sebangai pengungsi, tidak bernegara, dan berharap negara mereka tidak pernah disentuk oleh telapak kaki Yahudi.
                Para ahli biografi bangsa-bangsa telah melacak sejarah Bani Israel, untuk membuktikan masih adanya keturunan Bani Israel. Menurut para sejarawan tersebut, memang kelompok Bani Israel masih ada di bumi, tetapi keturunan aslinya sudah langka.
                Keturunan Bani Israel ini memang sudah lama menjadi topik pembicaraan yang hangat. Dan memang sulit dijangkau, lantaran silsilahnya sudah hangus ditelah sejarah. Walaupun demikian, jati diri Bani Israel masih mengalir dalam darah orang-orang Yahudi sekarang ini. Kalau kita berpijak pada latar belakangnya, memang orang Yahudi selalu memutar balik lembaran Kitab suci Israel. Doktrin yang tercantum di dalamnya diwujudkan secara nyata dalam kehidupannya. Lambat laun citra kahidupan mereka akan seirama dengan Bani Israel yang dulu, terutamam dalam melampiaskan dendam kesumat dan mempertahankan diri dari campur tangan bangsa lain.
Untuk mewujudkan doktrin Israel tersebut, Islam dijadikan sebagai sasaran utama. Akibatnya umat Islam mengalami penderitaan yang amat memilukan, karena perangai jahat mereka yang agresif, serakah, pengkhianat dan pandai memasang jerat tipu daya. Tumpukan mala petakan dan derita yang dialami kaum muslimin yang hidup berdampingan dengan Israel, bukan hanya bersumber dari bangsa Yahudi saja, tetapi imperialisme Barat dan Timur juga memiliki andil yang besar. Sebab mereka mengharapkan kaum muslimin berpecah belah, tidak sanggup menampakkan citra Islam, mengemis sambil bersimpuh didepan telapak kaki imperialis. Sehingga kekayaan negara yang didiami oleh orang-orang Islam dapat dikeruk habis oleh mereka. Kaum muslimin hendaknya memahami betul-betul siapa musuh sebenarnya yang harus diwaspadai, dan mengerti apa yang menjadi dasar sepak terjang mereka.



Sebelumnya
<= no page | Pertentangan 2 janji =>

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar