Hadist Tangan Kanan & Larangan Bernafas Ketika Minum


وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ وَلَا يَتَمَسَّحْ مِنْ اَلْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ وَلَا يَتَنَفَّسْ فِي اَلْإِنَاءِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
Dari Abu Qotadah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan ketika sedang kencing jangan membersihkan bekas kotorannya dengan tangan kanan dan jangan pula bernafas dalam tempat air." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. "

Derajat Hadits

Hadits ini shahih

Faedah hadits

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Menyukai Menggunakan Tangan Kanan Untuk Perkara-Perkara Baik

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan contoh bagi umatnya agar mendahulukan tangan kanan (bagian anggota tubuh sebelah kanan) dalam perkara-perkara baik atau penting. Seperti makan dan minum dll
Sementara tangan kiri, beliau menggunakannya untuk hal-hal yang bersangkut-paut dengan yang kotor-kotor atau najis. Seperti menyentuh kemaluan pada saat buang hajat (kecil/besar) dan lain-lain

Demikianlah garis besar kaidah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 'Aisyah Radhiyallahu 'anha menceritakan perihal kaidah itu:

كَانَتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ وَكَانَتْ يَدُهُ الْيُسْرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى
"Bahwa tangan kanan Rasulullah dipergunakan dalam bersuci dan makan. Adapun tangan kiri, dipakai untuk membersihkan bekas kotoran dari buang hajat dan perkara-perkara yang najis (najis)" [Hadits shahih riwayat Abu Dawud]

Larangan Bernafas dalam Tempat Air

Saat bernafas terjadi dua proses yang dialami yakni menghirup udara dan menghembuskan udara. Saat menghirup udara tubuh kita menyerap oksigen (O2) yang merupakan udara bersih. Namun tidak demikian saat kita menghembuskan nafas, karena saat menghembuskan nafas, udara yang keluar adalah campuran karbon, sisa-sisa tubuh yang beterbangan di bagian tubuh dan sedikit oksigen yang dikeluarkan dalam bentuk gas karbondioksida (CO2).

Secara kimia digambarkan jika bertemu H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara hembusan nafas) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. atau sama dengan Cuka dan menyebabkan minuman itu berubah menjadi Acidic. Jadi jika bernafas dalam gelas maka yang dia hirup zat asam arangnya sendiri.

Selain itu, sebagaimana sudah kita ketahui, seseorang yang minum satu gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup / menahan nafas hingga selesai minum. Hal ini akan menyebabkan jalur yang dilalui air dan makanan serta jalan yang dilalui udara akan saling bertabrakan. Hal ini akan berpengaruh buruk pada kedua dinding paru-paru.

Apabila seseorang membiasakan diri minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan, paru-paru akan menyempit dan nafasnya akan berat. Dampaknya kedua paru-parunya akan menekan jantung sehingga mengalami gagal jantung, kemudian membalik ke hati maka hati akan membengkak, kemudian sekujur tubur akan menggembur.

Penjelasan

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata menggunakan tangan ketika makan bisa menjadi jauh lebih sehat jika dibandingkan kita menggunakan sendok. Hal ini disebabkan karena pada tangan kita ternyata ada sebuah enzim yang amat berguna, yaitu enzim yang bernama RNase. Enzim ini memiliki kemampuan untuk menurunkan aktivitas dari banyak bakteri yang ada di tangan saat kita makan. Enzim ini juga ternyata mampu melakukan proses depolarisasi pada RNA, tapi tetap harus diingat bahwa kita harus mencuci bersih dulu tangan kita sebelumnya. Masya Allah, betapa luar biasa manfaat makan pakai tangan.

Berikut ini Beberapa Kelebihan

  • Makan Menggunakan Tangan Tangan kita lebih peka terhadap bakteri-bakteri yang ada. Tangan kita dipercaya memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap bakteri di sekitar kita dan dengan adanya RNase pada tangan, ia akan menguraikan bakteri tersebut hingga menyebabkan mereka tidak lagi menjadi aktif.
  • Adanya Syaraf Langsung dari Tangan yang Terhubung ke Otak. Pada tangan, ada jaringan syaraf yang langsung terhubung pada otak. Mengapa hal ini penting? Karena ketika kita merasakan suhu dengan ujung jari maka otak juga akan menerima transmisi ini sehingga badan akan lebih siap terhadap suhu dari makanan tersebut.
  • Tangan Sebagai Perantara Hati Ketika Kita Sedang Makan. Makan dengan tangan bisa membuat kita lebih menikmati makanan yang sedang kita santap.

Wallahu A’lam

Sumber:

1⃣. Taudihul Ahkam min Bulughul Marom karya Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Al Bassam.
2⃣. Subulussalam karya Imam Ash -Shan'ani
3⃣. Fikih Sunnah karya sayyid sabiq


EmoticonEmoticon

http://ahref.co/ocpu
loading...

Daftar Blog Saya